Aktual.co.id – Peristiwa tragis yang menimpa dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terlibat dalam kecelakaan maut di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu dini hari, 24 Mei 2025, menjadi perbincangan publik di media sosial.
Argo Ericko Achfandi, usia 19 tahun merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UGM, meninggal dunia usai sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil BMW di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik, Sleman.
Penabrak Argo tidak lain adalah teman satu angkatan namun beda jurusan Bernama Christiano Tarigan tercatat sebagai mahasiswa International Undergraduate Program di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Kecelakaan ini bermula saat Argo yang mengendarai motor Honda Vario berpelat nomor B 3373 PCG sedang melaju dari arah selatan ke utara.
Kemudian dirinya melambat untuk berputar balik di simpang tiga Dusun Sedan. Saat kendaraan berbelok, dari arah belakang melaju mobil BMW yang dikemudikan Christiano Pangarapenta.
Mobil BMW itu tidak bisa menghindari motor Argo yang hendak berbelok ke arah. Akibatnya, tabrakan pun tak terhindarkan.
Usai menabrak motor, alih-alih berhenti, mobil BMW tersebut justru menabrak mobil Honda CR-V bernomor polisi AB 1623 JR, yang terparkir di pinggir jalan.
Sementara Argo yang mengalami sejumlah luka berupa cedera berat di kepala, bibir atas robek, paha kiri memar serta lecet tangan kiri, yang menyebabkan pelajar asal Kalibaru, Cilodong Depok, Jawa Barat, itu meninggal dunia. Sedangkan Christiano tidak mengalami luka.
Sejauh ini, proses penyelidikan masih bergulir dan polisi belum menetapkan tersangka. Sedangkan Christiano sampai hari ini belum ditahan.
“Sampai saat ini, kami belum tersingkir terhadap pengemudi BMW karena kami, khususnya, masih dalam proses penyelidikan.(Christiano) wajib lapor,” kata Kasat Lalu Polresta Sleman, AKP Mulyanto kepada media (26/5).
Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, kata Mulyanto, polisi memang menemukan bekas pengereman di sekitar lokasi kejadian. Hanya saja, bekas rem itu ditemukan lokasinya setelah titik tabrakan antara BMW dan sepeda motor.
Atas periistiwa ini warganet mengirimkan berbagai komentar di media sosial terkait penuntasan kecelakaan Argo ini.
Nama FH UGM, #JusticeforArgo, pun ramai dibicarakan warganet. “Aku marah sebagai Ibu, dan marah sebagai mantan mahasiswi FH UGM. Semoga Argo husnul khotimah. Semoga keluarga diberikan ketabahan. Untuk pelaku, I hope you’ll bring the burden for the rest of your life, and if you’re a good man, accept the consequences,” ketik louisa @louisalousiapa.
“Guys, tolong bantu up kasus ini. Ini kakak kelas gua, alumni tahun 2024. Beliau anak FH UGM ditabrak mobil sama anak FEB UGM sampe meninggal. Korban anak dari ibu tunggal. Ibunya berharap banget kematian anaknya bisa diusut tuntas dengan adil,” ketik rais #JusticeForArgo @lwyerasf.
“Kabar soal penabrakan yang dilakukan Christiano Tarigan langsung ramai dibicarakan di menfess ugm, dan banyak kabar yang menyebutkan kalau dia DUI,” ujar ciel 梨 #JusticeForArgo @phuwinfh.
Komentar ini mulai ramai tanggal 25 Mei 2025 pasca kejadian. Untuk kata kunci FH UGM terkumpul 30,8 ribu postingan dan #Justiceforargo terkumpul 73,1 ribu postingan.
Hinggal Selasa 27 Mei 2025, postingan terkait peristiwa kecelakaan ini terus berlanjut dan masih menjadi perbincangan public baik di platform X maupu Instagram.
“Kita sudah interogasi terhadap pengemudi BMW (Christiano), kemudian pengemudi CRV, kemudian saksi-saksi, ada beberapa yang sudah kita interogasi, dan yang belum kami lakukan adalah interogasi terhadap ahli. Dalam hal ini, terkait dengan rambu yang ada di lokasi kejadian,” kata Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto di kantornya, Senin (26/5). (ndi)
