Aktual.co.id – Mesir telah menunda pembukaan Museum Besar Mesir (GEM) yang telah lama dinantikan karena meningkatnya konfrontasi militer antara Israel dan Iran, Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengumumkan pada hari Sabtu (14/6) seperti dilansir oleh XINHUA.
Berbicara dalam konferensi pers saat mengunjungi provinsi Beheira utara, Madbouly mengatakan iklim regional saat ini tidak mendukung penyelenggaraan acara internasional besar. Pembukaan museum, yang awalnya dijadwalkan pada 3 Juli, kini akan ditunda hingga kuartal keempat tahun ini.
“Ketegangan regional mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu,” kata Madbouly. Pihaknya menemukan bahwa tindakan yang tepat adalah menunda acara besar ini, sehingga acara tersebut dapat memiliki momentum global yang berlangsung dalam suasana yang lebih baik.
Untuk tanggal pembukaan akan diumumkan berdasarkan perkembangan regional selanjutnya. Madbouly juga mengeluarkan peringatan keras tentang implikasi yang lebih luas dari konflik Israel-Iran, dengan mencatat meningkatnya risiko konfrontasi yang lebih luas di Timur Tengah.
Terletak di dekat piramida Giza yang ikonik dan membentang hampir 500.000 meter persegi, GEM disebut sebagai museum arkeologi terbesar di dunia yang didedikasikan untuk satu peradaban. Museum ini akan menampung sekitar 57.000 artefak, menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir. (ndi/XINHUA)
