Aktual.co.id – Seorang pria di Tiongkok telah menghabiskan lebih dari 870.000 yuan (Rp1,9 juta) untuk keanggotaan dan pelajaran selama 300 tahun.
Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), pria yang diidentifikasi bernama Jin tersebut meminta bantuan stasiun televisi lokal untuk mengungkap Ranyan Gym di Hangzhou, Provinsi Zhejiang.
Jin menunjukkan 26 kontrak yang ditandatanganinya dengan pusat kebugaran tersebut untuk keanggotaan dan sesi pelatihan privat selama 300 tahun.
“Dari 10 Mei hingga 9 Juli, saya membeli sekitar 1.200 pelajaran dan kartu keanggotaan dengan masa berlaku kumulatif 300 tahun, dengan total biaya 871.273 yuan,” ujar Jin.
Jin sendiri menjadi pelanggan pusat kebugaran tersebut selama tiga tahun, kali pertama didekati 9 Mei oleh marketing yang mengklaim ada promosi khusus untuk anggota.
Penawaran tersebut melibatkan pembelian kartu keanggotaan satu tahun seharga 8.888 yuan, yang kemudian akan dijual oleh pusat kebugaran kepada pelanggan baru seharga 16.666 yuan.
Menurut marketing tersebut, sepuluh persen dari keuntungan akan diberikan kepada pusat kebugaran, sementara sisanya akan dikembalikan kepada pembeli.
“Semula saya skeptis, tapi petugas penjualan menjamin saya akan untung,” kata Jin. Dikatakan oleh marketing, kalau mereka tidak menjualnya dalam dua bulan, mereka akan mengembalikan semua uang ke dirinya.
Tergiur imbal hasil cepat, Jin membeli dua kartu keanggotaan seharga lebih dari 17.000 yuan. Selama beberapa minggu berikutnya, ia diyakinkan untuk membeli lebih banyak kartu dan les privat, bahkan sempat menghabiskan lebih dari 300.000 yuan dalam satu transaksi.
Namun pada 15 Juli uang yang diharapkan oleh Jin sebagai investasi utamanya tidak kunjung diterima. Seorang staf penjualan memberi tahunya bahwa departemen keuangan masih meninjau transaksi tersebut.
Di akhir bulan, Jin mendapati bahwa manajemen dan tim penjualan telah menghilang. Dirinya mengakui bahwa tidak ada satu pun kontrak yang menyebutkan imbal hasil yang dijanjikan dan keanggotaan tidak dapat dialihkan.
“Saya akui saya telah dicuci otak oleh mereka. Saya pikir saya hanya selangkah lagi untuk mendapatkan kembali semua uang saya,” ujarnya.
Jin mengatakan bahwa pembelian tersebut sebagai “investasi kesehatan” dan tidak benar-benar digunakan selama tiga abad. (ndi/Hindustani times)
