Aktual.co.id – Politisi muda Amerika Serikat Charlie Kirk tewas ditembak saat memberi pidato di kampus Utas, Rabu waktu setempat. Pria yang dekat dengan Presiden Donald Trump ini ditembak tengah berada di tengah mahasiswa yang sedang melakukan tanya jawab.
Sebelum dilakukan penembakan media sosial dari Utah Valley University “The American Comeback” dan “Prove Me Wrong”. Namun tiba-tiba sebuah tembakan dilepaskan dan Kirk terlihat mengangkat tangan kanannya saat darah mengucur deras dari sisi kiri lehernya.
Mengutip NBC Kamis (11/9/2025), penonton tercengang terdengar terengah-engah dan berteriak dan berlarian. Merujuk AP, laman tersebut mengonfirmasi bahwa video tersebut diambil di halaman Sorensen Center di kampus Utah Valley University.
moment penembakan tersebut terjadi setelah salah seorang penonton mengajukan pertanyaan. “Tahukah Anda berapa banyak warga Amerika transgender yang menjadi pelaku penembakan massal selama 10 tahun terakhir?,” tanya seorang penonton
“Terlalu banyak,” ujar Kirk.
Kemudian penonton tersebut mengajukan pertanyaan kembali tentang pelaku penembakan massal di Amerika. Kemudian dijawab oleh Kirk “menghitung atau tidak menghitung kekerasan geng?,” dia kembali bertanya seolah ingin menegaskan pertanyaan.
Di moment itulah, terdengar suara tembakan dan Kirk pun roboh dan dievakuasi. Utah Valley University mengatakan kampus segera dievakuasi dan tetap ditutup. Perkuliahan dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Bagi mahasiswa yang masih di dalam kampus diminta untuk tetap di tempat sampai petugas kepolisian mengawal mereka keluar kampus dengan aman.
Pasca kejadian petugas bersenjata berkeliling di seputar kampus untuk melakukan penyelidikan dan meminta informasi seputar peristiwa penembakan.
Terkait peristiwa ini Presiden AS Donald Trump mengucapkan bela sungkawa atas kematian Kirk. Menurutnya Kirk adalah seseorang yang hebat bahkan legendaris.
Berdasarkan kutipan AFP bahwa seorang tersangka dalam penembakan tersebut sudah diamankan oleh pihak berwenang Amerika Serikat. (ndi)
