Aktual.co.id – Statemen Presiden ke 7 Joko Widodo terkait isu ijazah palsu adalah upaya politik dari salah satu tokoh nasional untuk menggulirkan isu tersebut mendapat tanggapan dari Partai Demokrat.
Kali ini Partai Demokrat yang merasa tuduhan tersebut mengarah kepada dirinya langsung memberikan klarifikasi di media sosial dengan judul, Fitnah Terhadap Demokrat Soal Ijazah Jokowi Adalah Upaya Adu Domba
Lewat akun @PDemokrat, partai tersebut memposting isu ijazah palsu adalah adu domba yang menyesatkan bagi Partai Demokrat.

“Menanggapi isu yang beredar di ruang publik terkait tuduhan bahwa Partai Demokrat berada di balik ramainya isu dugaan ijazah palsu mantan Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, dengan ini kami menyampaikan klarifikasi,” ketik akun bertanda Herzaky Mahendra Putra Kepala Badan Komunikasi Strategis/ Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat.
Dikatakan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Istilah “partai biru” yang diarahkan kepada Partai Demokrat merupakan upaya insinuatif yang menyesatkan dan mencemarkan nama baik Partai Demokrat.
Kemudian akun tersebut mengkaitan dengan nama Roy Suryo yang beropini dugaan ijazah palsu mengatakan, bahwa Roy Suryo sudah mengundurkan diri sejak tahun 2029.
“Keputusan tersebut diterima karena adanya perbedaan pandangan yang tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan partai,” katanya.
Di point ke tiga dituliskan, hubungan antara keluarga Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga Bapak Joko Widodo sangat baik dan penuh saling hormat.
Bahkan, ketiknya, Putra sulung Bapak Jokowi, Bapak Gibran Rakabuming Raka, Wapres RI, dan Bapak Kaesang, Ketum Umum PSI, menghadiri Kongres V Partai Demokrat yang dipimpin oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Mas AHY yang kebetulan sedang merawat ayahnya, telah mengutus Sekjen Herman Khaeron dan Waketum Teuku Riefky Harsya untuk menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep,” ungkapnya.
Dalam postingan tersebut dituliskan, bahkan Wakil Presiden Gibran menjenguk langsung Bapak SBY di RSPAD saat dirawat. Hubungan ini mencerminkan keharmonisan yang kuat antarkeluarga, dan tidak pantas dijadikan sasaran provokasi.
Di point ke empat ditulis pihaknya mencermati adanya pihak yang mencoba mengail di air keruh, dengan memanfaatan isu ini untuk mengadu domba antara SBY dan Jokowi.
“Tindakan seperti ini sangat tidak etis, berpotensi merusak ruang public dan sama sekali tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat,” ungkapnya.
Di akhir ketikan ditulis, salam hormat, Herzaky Mahendra Putra Kepala Badan Komunikasi Strategis/ Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat. (ndi/X)
