Aktual.co.di – Presiden Donald Trump berangkat ke Israel dan Mesir pada hari Minggu (12/10) untuk merayakan gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan yang ditengahi AS antara Israel dan Hamas.
Dalam keberangkatannya tersebut, Trump mendesak sekutu Timur Tengah untuk memanfaatkan kesempatan membangun perdamaian yang langgeng di wilayah yang bergejolak itu.
Dikutip dari spectrum news, ini adalah momen yang rapuh ketika Israel dan Hamas baru berada pada tahap awal penerapan fase pertama perjanjian.
Trump menganggap ada peluang sempit untuk merombak Timur Tengah dan memulihkan hubungan yang telah lama tegang antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya.
Presiden dari Partai Republik itu mengatakan, ini adalah momen yang dibantu oleh dukungan pemerintahannya terhadap penghancuran proksi Iran oleh Israel, termasuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.
Gedung Putih mengatakan momentum ini meningkat karena negara-negara Arab dan Muslim menunjukkan fokus baru dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang lebih luas.
“Saya pikir akan meraih kesuksesan luar biasa dan Gaza akan dibangun kembali,” kata Trump, Jumat. “Dan Anda memiliki beberapa negara yang sangat kaya, seperti yang Anda tahu, di sana. Hanya butuh sebagian kecil dari kekayaan mereka untuk melakukan itu. Dan saya pikir mereka ingin melakukannya.”
Trump akan mengunjungi Israel terlebih dahulu untuk bertemu dengan keluarga sandera dan berpidato di Knesset, atau parlemen.
Wakil Presiden JD Vance pada hari Minggu mengatakan bahwa Trump kemungkinan juga akan bertemu dengan para sandera yang baru saja dibebaskan.
“Semoga saja, tapi kami yakin para sandera akan dibebaskan dan presiden ini benar-benar akan pergi ke Timur Tengah, kemungkinan malam ini, untuk bertemu dan menyapa mereka secara langsung,” ujar Vance kepada acara “Face the Nation” di CBS.
Trump direncanakan singgah di Mesir, di mana akan bertemu Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi dan memimpin pertemuan puncak di Sharm el-Sheikh dengan para pemimpin dari lebih dari 20 negara mengenai perdamaian di Gaza dan Timur Tengah yang lebih luas.
Perang telah membuat Israel terisolasi secara internasional dan menghadapi tuduhan genosida , yang dibantahnya. Surat perintah penangkapan internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya telah berlaku, dan pengadilan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang mempertimbangkan tuduhan genosida yang diajukan oleh Afrika Selatan. (ndi/spectrumlokalnews)
