Aktual.co.id – Gempa bumi dahsyat telah melanda Bangladesh di luar ibu kota Dhaka yang padat penduduk, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sekitar 100 orang
Televisi DBC yang berkantor pusat di Dhaka melaporkan jumlah korban tewas yang lebih tinggi, sedikitnya enam orang pada hari Jumat di ibu kota, tiga orang akibat runtuhnya atap dan dinding bangunan, dan tiga pejalan kaki ketika pagar bangunan jatuh menimpa mereka.
“Gempa berkekuatan 5,5 terjadi pada pukul 10:38 pagi waktu setempat di dekat kota Narsingdi, sekitar 33 km dari Dhaka,” kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Gempa bumi tersebut membuat warga ketakutan dengan banyak warga keluar dari rumah dan Gedung tempat mereka bernaung.
Shadman Sakif Islam, seorang warga Dhaka, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “riak-riak kecil” yang ia lihat di kopinya diikuti oleh guncangan besar yang mulai terjadi tanpa peringatan apa pun saat gempa bumi terjadi.
“Kursi dan meja saya mulai bergetar hebat dan saya terpaku di sana selama 10-15 detik tanpa menyadari apa yang terjadi. Saya tidak pernah merasakan hal seperti ini sepanjang hidup saya… Saya merasa seperti naik perahu, menunggangi ombak besar satu demi satu,” imbuh warga tersebut.
Menurut pemberitaan dari Al Jazeera, peristiwa tersebut adalah gempa bumi terbesar dalam sejarah baru-baru ini dan lokasinya sangat dekat dengan ibu kota.
Seluruh kota dilanda kepanikan. Video-video di media sosial menunjukkan bangunan-bangunan berguncang. Tiga orang tewas, termasuk seorang mahasiswa kedokteran menurut data departemen kesehatan.
USGS memperingatkan potensi korban jiwa yang signifikan dan kerusakan. Guncangan itu berlangsung selama 26 detik, dengan episentrum di distrik Madhabdi, Narsingdi, menurut Departemen Meteorologi Bangladesh, yang mencatat kekuatan 5,7.
Getarannya terasa hingga kota Kolkata di India, lebih dari 325 km dari episentrum. “Saya merasakan getaran dan tempat tidur saya bergerak… Saya bergegas keluar kamar,” kata Sumit Dutta, 66 tahun. Tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di India. (ndi/Aljazeera)
