Aktual.co.id – Bencana banjir di Tapanuli Selatan menjadi sorotan pemberitaan dunia. Media Al Jazeera mengabarkan, hujan monsun yang deras memicu banjir bandang dan tanah longsor yang merusak di pulau Sumatra, Indonesia
Disebutkan oleh media tersebut sebanyak 17 orang meninggal dunia berdasarkan laporan dari pihak yang berwenang. Al Jazeera juga menyebutkan lima jenazah dan tiga korban luka ditemukan di kota pesisir Sibolga, daerah yang paling parah dilanda banjir.

Di daerah tetangga Tapanuli Tengah, tanah longsor menghancurkan beberapa rumah, menewaskan sedikitnya empat anggota satu keluarga, sementara banjir parah merendam hampir 2.000 rumah dan bangunan umum.
Sebuah jembatan di kabupaten Mandailing Natal hancur, memutus akses bagi masyarakat sekitar, sementara 470 rumah terendam. Di Pulau Nias, tim penyelamat melaporkan bahwa lumpur dan puing-puing menghalangi jalan utama yang menghubungkan beberapa desa.
Kapolres Sibolga Eddy Inganta mengatakan posko darurat telah dibuka di seluruh kota, dan pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di dekat lereng yang tidak stabil untuk segera mengungsi. Enam longsor telah meratakan 17 rumah dan sebuah kafe.
“Cuaca buruk dan tanah longsor menghambat operasi penyelamatan,” kata Inganta, sambil memperingatkan bahwa hujan yang terus berlanjut dapat memicu kerusakan lereng lebih lanjut.(ndi/Al Jazeera)
