• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Usai Supermoon Kini Disambut Hujan Meteor Geminid Pertengahan Desember 2025
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Travel & Kuliner

Usai Supermoon Kini Disambut Hujan Meteor Geminid Pertengahan Desember 2025

Redaktur III Jumat, 5 Desember 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi hujan meteor/ Foto: Ist
Ilustrasi hujan meteor/ Foto: Ist

Aktual.co.id – Hujan meteor paling lebat tahun ini  diprediksi banyak bintang jatuh daripada hujan meteor lainnya yang sering diamati oleh komunitas Antariksa.

Hujan meteor mulai terjadi sejak Kamis 4 Desember 2025 pasca terjadinya bulan purnama dingin terjadi di bulan ini.

Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh Live Science pucak hujan metero Geminid ini terjadi pada Sabtu 13 Desember hingga Minggu 14 Desember 2025.

Diperkirakan sebanyak 150 metero per jam dapat terlihat di langit malam serta menjadi pemandangan terbaik dari belahan bumi utara.

Dalam laporannya, meteor tahun ini akan terasa lebih istimewa karena akan berlangsung di langit yang gelap dan sebagian besar tanpa bulan.

Baca Juga:  Supermoon Akan Kembali Terlihat Bulan Desember 2025

Bulan sabit memudar dengan iluminasi 28% akan terbit di timur sekitar pukul 02.30 waktu Belahan Bumi Utara.  Waktu tersebut kira-kira sama dengan titik radian Geminid di dekat bintang terang Castor dan Pollux, di rasi bintang Gemini terbit paling tinggi di langit.

Selain menjadi salah satu dari sedikit hujan meteor besar yang aktif sebelum tengah malam, Geminid seringkali terang, bergerak lambat, dan berwarna-warni.

Hal ini karena Geminid berasal dari objek berbatu berwarna biru dengan diameter sekitar 5,8 kilometer. Asteroid tersebut, yang disebut 3200 Phaethon, mengorbit matahari setiap 1,4 tahun dan memberikan komposisi meteor yang lebih padat.

Baca Juga:  Gunung Semeru Mengalami 7 Kali Erupsi Tinggi Letusan 300 Meter

Hujan meteor Geminid adalah satu-satunya hujan meteor tahunan yang disebabkan oleh asteroid , alih-alih komet.

Untuk pemandangan terbaik, menjauhlah sejauh mungkin dari cahaya buatan, dan berikan waktu sekitar 20 menit agar mata beradaptasi dengan kegelapan.

Hindari menatap layar ponsel, atau gunakan mode lampu merah untuk menjaga penglihatan malam. Tidak perlu melihat langsung ke titik radian untuk melihat meteor, karena meteor dapat muncul di mana saja di atas kepala.

Hujan meteor paling baik dilihat dengan mata telanjang atau tidak memakai teropong meskipun alat-alat tersebut membantu mendapatkan pemandangan terbaik

Meskipun tingkat bintang jatuh dari Geminid akan cepat berkurang setelah malam puncak, hujan meteor ini akan aktif hingga 17 Desember.

Baca Juga:  Begini Cara Melihat Hujan Meteor Geminid Menurut Pakar Astronomi

Malam yang sama menandai dimulainya hujan meteor Ursid yang kurang mengesankan, yang akan menghasilkan sekitar 10 meteor per jam pada malam puncaknya, 21-22 Desember.

Meskipun tidak sekuat Geminid, Ursid akan muncul di langit yang benar-benar gelap saat bulan baru. Hujan meteor beruntun ini merupakan cara yang tepat untuk melengkapi pengamatan bintang sepanjang tahun. (ndi/live science)

SHARE
Tag :GeminidHujan MeteorSupermoon
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kendaraan-kendaraan rusak akibat reruntuhan di Mindanao/ Foto: capture The Guardian
Pemerintah Filipina Mengkonfirmasi 15 Korban Jiwa Akibat Gempa Mag 7,8
Senin, 8 Juni 2026
Kim Soo Hyun / Foto: soompi
Aktor Kim Soo Hyun Menjadi Bintang Iklan Filipina Setelah 1 Tahun Hiatus
Senin, 8 Juni 2026
Tangkapan layar peringatan dini BMKG Jepang/ Foto: Kyodo
Tsunami Setinggi 20 Cm Terpantau di Pulau Chichijima Jepang Pasca Gempa Mag 7,8 di Filipina
Senin, 8 Juni 2026
Lokasi Gempa Bumi mag 7,7/ Foto: BMKG
Gempa Mag 7,7 Perairan Mindanao Filipina Menyebarkan Peringatan Tsunami di Asia
Senin, 8 Juni 2026
Polisi berkumpul di depan reruntuhan restoran cepat saji Jollibee setelah gempa bumi di Kota General Santos, Filipina/ Foto: capture The Guardian
Gempa Mag 7,7 Menyebabkan 1 Orang Meninggal di Filipina
Senin, 8 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pertemanan/ Foto: freepik

Lingkungan Pertemanan Menentukan Kualitas Kesehatan Mental

Ilustrasi overthingking / Foto : Freepik

Berikut Langkah Meredam Overthingking yang Mengganggu Pikiran

Ilustrasi pengidolaan terhadap selebriti/ Foto: psypost

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Ilustrasi Phubbing/ foto: freepik

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Peringatan Tsunami Dampak Gempa Mag 7,7 di 224 Km Barat Laut Pulau Karatung Sulut

Berikut Langkah Meredam Overthingking yang Mengganggu Pikiran

Wonhee ILLIT Mengejutkan dengan Mengatakan Belum Pernah Pacaran

Presiden Prabowo: Sektor Pendidikan Instrumen Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bocor Warna Samsung Galaxy A27 yang Akan Diluncukan Pertengahan Tahun 2026

More News

Element Band/ Foto: capture ANTARA

Lucky Vokalis Element Meninggal Dunia

Senin, 26 Januari 2026
AESPA/ Foto: Soompi

AESPA Baru Rilis Album LEMONADE Langsung Jadi Nomor 1 di Dunia

Sabtu, 30 Mei 2026
Tampilan kuliner gado - gado / Foto : wikipedia

Gado-Gado Masakan Nusantara yang Terpengaruh oleh Eropa

Kamis, 19 Juni 2025
Grup NewJeans/ Foto: X

NewJeans Menghadapi Masa Depan Tidak Pasti Setelah Kepergian Danielle

Sabtu, 10 Januari 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id