Superflu adalah infeksi yang diakibatkan oleh virus infuenza A H3N2 subclade K, sebagaimana infeksi virus lainnya maka infeksi superflu juga memiliki gejala yang sama seperti pada penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas).
Penyakit virus ini ditemukan melalui pemeriksaan WGS (Whole Genome Sequencing) dan pengamatan surveillance ILI-SARI yang dilakukan oleh Kemenkes RI, yang ditemukan pada 8 provinsi. Namun penderita terbanyak pada wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa barat.
Bagaimana gejala penyakit super flu?
Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit superflu antara lain : demam, hidung tersumbat, pilek, nyeri tenggorokan, batuk, sesak nafas, nyeri kepala, nyeri otot dan badan terasa lemah.
Gejala tersebut memiliki kemiripan dengan penyakit flu / influenza lainnya. Bila gejala memberat, maka dapat terjadi Pneumonia dan gagal nafas yang bisa berakibat fatal.
Bagaimana penularannya?
Penyebaran atau penularan dapat melalui droplet infection, yaitu melalui percikan kuman di udara Ketika seorang penderita superflu sedang batuk, bersin atau berbicara dengan orang lain.
Penularan lainnya dapat rerjadi secara kontak langsung melalui permukaan yang terpapar kuman / terkontaminasi virus superflu tersentuh tangan kemudian digunakan untuk mengusap wajah,hidung atau mulut.
Siapa saja yang berisiko terkena penyakit superflu ?
Semua orang dapat berisiko terkena penyakit superflu, namun risiko medis berat bisa terjadi pada : anak anak dan balita, usia lanjut, mempunyai penyakit kronis (kencing manis, hipertensi, gangguan jantung, ashma dan PPOK, gangguan ginjal), penderita penyakit kanker, penderita dengan gangguan imunitas (Rhematic,Artritis,Lupus,allergi dll).
Bagaimana pengobatannya ?
Pengobatan diberikan sesuai gejala / keluhan yang ditemukan, seperti pemberian obat panas, obat batuk, anti radang, multivitamin dan bila terjadi infeksi sekunder akibat bakteri maka perlu diberikan antibiotic yang sesuai untuk infeksi pernafasan.
Bagaimana pencegahannya ?
Pencegahan penyebaran infeksi superflu dapat dilakukan sebagai berikut :
- PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan cara cuci tangan sesuai anjuran, gunakan masker pada kerumunan orang banyak,menjaga etika batuk dan bersin.
- Mengkonsumsi gizi / diet optimal
- Olahraga secara teratur sesuai kemampuan minimal 20-30mt 3x/sepekan.
- vaksinasi influenza 1x setahun sesuai indikasi
- Segera berobat ke fasyankes atau dokter praktek bila ditemukan gejala tersebut di atas
- Kontrol emosi dan spiritual agar imunitas tetap terjaga.

Dr Agus Hidayat, dr., Sp.P(K)., FISR.C,Ht
RSUD Dr Soetomo Surabaya/RSI Nyi Ageng Pinatih Gresik/Widjaja Ashma Centre
