Aktual.co.id – Maraknya praktik judi online atau judol dan pinjaman online ilegal menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Tidak hanya menyasar masyarakat umum, persoalan ini juga berpotensi berdampak pada kalangan pendidik, termasuk guru madrasah, yang memiliki peran penting dalam membangun karakter dan literasi generasi muda.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, dosen Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur, Noer Aida Triandini, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi anti judi online di lingkungan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sampang. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Latifatul Mamnunah, dosen Teknik Sipil Universitas Madura.
Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya literasi keuangan digital bagi para guru, terutama dalam menghadapi derasnya tawaran pinjaman online, aplikasi keuangan tidak resmi, serta praktik judi online yang kerap dikemas melalui iklan, gim, maupun tautan digital yang mudah diakses.
Noer Aida Triandini mengatakan, guru merupakan kelompok strategis yang perlu mendapatkan edukasi sejak dini mengenai bahaya judol dan pinjol ilegal. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut kerugian finansial, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, stabilitas keluarga, produktivitas kerja, hingga integritas profesi pendidik.
“Guru memiliki peran ganda. Di satu sisi, guru harus mampu melindungi dirinya dari risiko keuangan digital. Di sisi lain, guru juga menjadi teladan dan sumber edukasi bagi siswa serta lingkungan sekolah. Karena itu, pemahaman tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal menjadi sangat penting,” ujar Noer Aida.
Isu ini menjadi relevan karena sektor pendidikan, khususnya profesi guru, pernah menjadi salah satu kelompok yang banyak disorot dalam kasus keterjeratan pinjaman online. Sejumlah laporan juga menunjukkan bahwa guru termasuk kelompok rentan terhadap pinjaman online ilegal, terutama ketika tekanan kebutuhan ekonomi tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai ciri-ciri judi online, pola promosi yang sering digunakan pelaku, dampak sosial-ekonomi bagi keluarga, serta cara membedakan layanan keuangan resmi dan ilegal. Para guru juga diajak untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pinjaman cepat, bonus instan, investasi tidak jelas, maupun tautan digital yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Latifatul Mamnunah menambahkan, pencegahan judi online perlu dilakukan secara kolektif melalui lingkungan kerja dan keluarga. Menurutnya, guru dapat menjadi agen literasi digital yang efektif karena memiliki kedekatan langsung dengan peserta didik dan masyarakat.
“Pencegahan tidak cukup hanya dengan melarang. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bersama agar guru, siswa, dan keluarga memahami risiko di balik judol, pinjol ilegal, serta berbagai bentuk penipuan digital,” jelasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diisi dengan diskusi interaktif. Para guru diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pandangan, dan pertanyaan seputar penggunaan aplikasi keuangan digital, keamanan data pribadi, serta strategi menghindari jeratan pinjaman online ilegal.
Melalui kegiatan ini, Noer Aida berharap para guru MIN Sampang dapat menjadi penggerak literasi keuangan digital di lingkungan madrasah. Edukasi mengenai bahaya judi online dan pinjol ilegal dinilai penting untuk terus diperluas, tidak hanya kepada guru, tetapi juga kepada siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi sesaat, tetapi menjadi awal dari gerakan literasi keuangan digital yang lebih luas di lingkungan pendidikan,” katanya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan lembaga pendidikan, upaya pencegahan judi online dan pinjaman online ilegal diharapkan dapat dilakukan secara lebih masif, terarah, dan berkelanjutan. (Penulis : Noer Aida Triandini)
