• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Suhu Global Mencapai Tingkat Tertinggi yang Belum Terjadi Dalam 100.000 Tahun Terakhir.
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

Suhu Global Mencapai Tingkat Tertinggi yang Belum Terjadi Dalam 100.000 Tahun Terakhir.

Redaktur III Jumat, 11 September 2026
Share
4 Min Read
Kekeringan/ Foto: freepik
Kekeringan/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Menurut Badan Perubahan Iklim Copernicus, suhu global mencapai rekor tertinggi pada Agustus 2026, dengan suhu rata-rata global sebesar 16,96 derajat Celcius.

Menurut pernyataan dari Copernicus tertanggal 10 September 2026 menjelaskan Agustus 2026 akan 1,65 derajat Celcius lebih hangat daripada rata-rata untuk periode 1850 hingga 1900 – periode yang sering digunakan patokan suhu sebelum pemanasan global industri skala besar dimulai.

Disampaikan ini adalah bulan Agustus terpanas sejak pencatatan dimulai tahun 1940 dan hampir setara dengan Juli 2023, rekor sepanjang masa sebelumnya, dengan selisih kurang dari 0,01 derajat Celcius.

“Dapat dipastikan umat manusia belum pernah mengalami suhu setinggi ini setidaknya selama 100.000 tahun,” kata Samantha Burgess dari Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa , unit yang bertanggung jawab atas proyek Copernicus.

Baca Juga:  BMKG Mengingatkan Agar Lebih Bijak Memanfaatkan Air di Musim Kemarau

Data Copernicus dimulai sejak tahun 1940. Para ilmuwan menggunakan bukti seperti inti es, lingkaran pohon, dan karang untuk merekonstruksi suhu dari masa lalu yang lebih jauh.

Prancis, Inggris Raya, dan Belgia semuanya mencatatkan musim panas terpanas sejak pencatatan dimulai. Di Prancis terdapat 53 hari dengan suhu sangat panas dan curah hujan hampir 40% lebih rendah dari biasanya, sehingga menghasilkan musim panas terkering kedua sejak tahun 1959.

Cuaca panas ekstrem juga menyebabkan peningkatan tajam dalam angka kematian. Menurut badan kesehatan masyarakat Prancis (Santé publique France), negara tersebut mencatat 5.764 kematian, melebihi angka normal selama gelombang panas dari 17 Juni hingga 2 Juli – 36% lebih banyak dari yang diperkirakan di daerah yang terkena dampak.

Selama gelombang panas dari tanggal 3 Juli hingga 22 Juli, tercatat tambahan 1.243 kematian, melebihi jumlah normal. Kombinasi antara panas terik dan curah hujan rendah telah menyebabkan kerusakan parah pada tanaman dan transportasi.

Baca Juga:  Wajah Dingin Wapres Gibran di Sidang MPR Menuai Kesan Positif Warganet

Panen biji-bijian di Jerman diperkirakan akan lebih rendah 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pihak berwenang menghubungkan gangguan dalam transportasi barang dengan gelombang panas dan kekeringan, serta penurunan permukaan air di sungai-sungai besar, termasuk Sungai Rhine.

Prancis mengumumkan paket bantuan darurat senilai lebih dari satu miliar euro (1,16 miliar dolar AS) untuk para petani karena puluhan ribu pertanian berjuang menghadapi kesulitan keuangan.

Vegetasi yang kering telah menyebabkan kebakaran hutan di seluruh benua. Menurut Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa, lebih dari 647.000 hektar lahan telah terbakar di seluruh Uni Eropa hingga awal September, hampir dua kali lipat rata-rata 20 tahun untuk periode waktu yang sama setiap tahunnya.

Baca Juga:  Bencana Banjir Sibolga Mendapat Sorotan dari Media Dunia

Samudra di luar wilayah kutub telah mencapai suhu permukaan laut bulanan tertinggi yang pernah tercatat, melanjutkan rangkaian tiga bulan terakhir dengan suhu yang memecahkan rekor.

Para ilmuwan percaya tren pemanasan jangka panjang terutama disebabkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, sementara fenomena alam seperti El Niño semakin meningkatkan suhu jangka pendek.

Kepala misi iklim PBB, Simon Stiell, menggambarkan angka rekor terbaru tersebut sebagai harga yang harus dibayar akibat ketergantungan umat manusia pada bahan bakar fosil.

Ia memperingatkan gelombang panas ekstrem akan terus berlanjut selama batu bara, minyak, dan gas alam masih dibakar. (ndi/vn)

 

SHARE
Tag :El NinoPemanasan GlobalSuhu
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kekeringan/ Foto: freepik
Suhu Global Mencapai Tingkat Tertinggi yang Belum Terjadi Dalam 100.000 Tahun Terakhir.
Jumat, 11 September 2026
Gubernur Banten Andra Soni menunjukkan lokasi pencarian lima jurnalis hilang saat ikut bersama Tim SAR Gabungan/ Foto: ANTARA
Gubernur Banten Ikut Pencarian Lima Jurnalis Saat Meliput Gunung Anak Krakatau
Jumat, 11 September 2026
Jampidsus Kejaksaan Agung menggelar konferensi pers mengenai penyitaan uang senilai Rp1,003 triliun dan 166 ribu dolar AS dari PT PSMI/ Foto: ANTARA
Kejakgung Menyita Uang Senilai Rp1,003 Triliudn Dugaan Korupsi Pengguaan Hutan di Lampung
Kamis, 10 September 2026
AirPods5/ Foto: GSM Arena
AirPods 5 Mampu Menghadirkan Suara Jernih dan Meredam Kebisingan Maksimal
Kamis, 10 September 2026
Xiaomi 18 / Foto: Gizmochina
Xiaomi 18 Pro Max Telah Muncul Spesifikasinya Berikut Ini
Kamis, 10 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Apple Dirumorkan Akan Meluncurkan iPhone Ultra dalam Waktu Dekat

Harga Emas Antam Turun Rp17.000,- Menjadi Rp2.610 Juta Per Gram

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem untuk Pencarian Lima Jurnalis di Gunung Anak Krakatau

Empat Lukisan Karya Renoir Berhasil Dicuri di Museum Perancis dalam Hitungan Menit

Redmi Note 17 Pro Segera Diluncurkan dengan Kekuatan Battery 10.000mAh

More News

Penampakan pertambangan nikel di Raja Ampat yang beredar di media sosial / Foto : X

Statement Bahlil Menduga Pihak Asing Terlibat Kasus Tambang Nikel, Dikecam Publik Lewat Media Sosial

Jumat, 6 Juni 2025
Arhan Pratama/ Foto: JP

Ayah dari Pemain Timnas Pratama Arhan Wafat Minggu 7 Desember 2025

Minggu, 7 Desember 2025
Gedung Ponpes Al Khoziny/ Foto: capture ANTARA

Basarnas Terjunkan Tim ke Gedung Runtuh di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Senin, 29 September 2025
Para pemeran film Salmokji: Whispering Water / Foto: soompi

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

Jumat, 17 April 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id