Aktual.co.id – Upcycling pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 oleh dua insinyur Jerman, William McDonough dan Michael Braungart, untuk menggambarkan modifikasi dan rekayasa ulang barang-barang lama sehingga dapat digunakan kembali dan dengan demikian diberi kehidupan kedua.
Gagasan daur ulang sudah ada sebelumnya, dengan logam bekas, kaca, dan kertas yang didaur ulang. Daur ulang adalah proses menghancurkan limbah dan menggunakannya kembali untuk membuat sesuatu yang baru, misalnya logam bekas dilebur, diproses, dan digunakan membuat barang baru.
Upcycling unik karena menggunakan limbah dalam keadaan aslinya menciptakan sesuatu yang baru, seperti vas bunga yang terbuat dari botol anggur kosong.
Manfaat upcycling adalah dapat memberikan bahan mentah kehidupan kedua tanpa menghabiskan banyak uang untuk daur ulang, dan dapat memenuhi kebutuhan dengan apa yang dibuat.
Sejak istilah ‘upcycling’ diciptakan kata tersebut telah menyebar dan orang-orang menggunakan sampah dengan cara-cara baru.
Tren terbesar terlihat pada tahun 2002 ketika diputuskan merayakan upcycling sebagai inisiatif kesadaran publik untuk mendorong konservasi logam, kaca, kertas, dan apa pun yang dapat digunakan kembali.
Tak lama kemudian, banyak bisnis lain mengikuti jejaknya, dan muncul di media sosial, sejumlah situs web baru, seperti YouTube, bermunculan yang menawarkan ide-ide untuk memanfaatkan kembali barang-barang bekas biasa.
Sejak saat itu, diperingati sebagai hari mencari barang-barang yang dapat didaur ulang menjadi barang-barang bermanfaat sambil bersenang-senang, berkreasi, dan melestarikan bahan baku yang berharga. (ndi/national today)
