Aktual.co.id – Usulan kontroversial diajukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir pada tahun 2025 di mana menggunakan reptile jenis buaya untuk menjaga penjara. Ia berpendapat reptil tersebut akan meningkatkan keamanan dan mencegah pelarian.
Dikutip dari laman Vietnam, Otoritas Konservasi Alam Israel awalnya menganggap rencana tersebut tidak layak secara hukum, karena buaya Nil dianggap hewan liar dan hanya boleh dipelihara di kebun binatang dan cagar alam.
Namun Menteri Lingkungan Hidup Idit Silman mengklasifikasikan bahwa buaya Nil sebagai hewan liar yang dilindungi. Langkah ini memungkinkan untuk memelihara reptil tersebut di lebih banyak fasilitas, termasuk di parit yang mengelilingi penjara.
Menurut laporan media Israel, Ben-Gvir ingin menguji pengenalan reptil ini di Penjara Ketziot, sebuah penahanan di Israel selatan menampung tahanan Palestina.
Setelah awalnya mengusulkan ide tersebut, Dinas Penjara Israel (IPS) meninjaunya dan awal Januari 2026 mengirimkan petugas ke peternakan buaya Hamat Gader untuk mengenal hewan-hewan tersebut.
Menurut sumber, Dinas Penjara Israel (IPS) menyambut baik usulan menteri tersebut dan mempertimbangkan menggunakan hewan yang lebih kecil dengan harga sekitar US$8.000 per ekor.
“Itu jumlah yang relatif kecil dibandingkan investasi keamanan, dan hasilnya bahkan lebih baik,” kata seorang sumber IPS kepada Maariv saat itu.
Ditambahkan buaya yang lebih kecil dan sama berbahayanya ini akan beradaptasi dengan baik di lingkungan penjara. (ndi/Vietnam)
