• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Israel Akan Menggunakan Reptil Buaya untuk Keamanan Penjara
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Israel Akan Menggunakan Reptil Buaya untuk Keamanan Penjara

Redaktur III Sabtu, 18 Juli 2026
Share
2 Min Read
Pejabat senior penjara mengunjungi peternakan buaya di Hamat Gader, Israel utara / Foto: time of israel
Pejabat senior penjara mengunjungi peternakan buaya di Hamat Gader, Israel utara / Foto: time of israel

Aktual.co.id – Usulan kontroversial diajukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir pada tahun 2025 di mana menggunakan reptile jenis buaya untuk menjaga penjara. Ia berpendapat reptil tersebut akan meningkatkan keamanan dan mencegah pelarian.

Dikutip dari laman Vietnam, Otoritas Konservasi Alam Israel awalnya menganggap rencana tersebut tidak layak secara hukum, karena buaya Nil dianggap hewan liar dan hanya boleh dipelihara di kebun binatang dan cagar alam.

Namun Menteri Lingkungan Hidup Idit Silman mengklasifikasikan bahwa buaya Nil sebagai hewan liar yang dilindungi. Langkah ini memungkinkan untuk memelihara reptil tersebut di lebih banyak fasilitas, termasuk di parit yang mengelilingi penjara.

Baca Juga:  Nanik S Deyang Dilantik Presiden Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

Menurut laporan media Israel, Ben-Gvir ingin menguji pengenalan reptil ini di Penjara Ketziot, sebuah penahanan di Israel selatan menampung tahanan Palestina.

Setelah awalnya mengusulkan ide tersebut, Dinas Penjara Israel (IPS) meninjaunya dan awal Januari 2026 mengirimkan petugas ke peternakan buaya Hamat Gader untuk mengenal hewan-hewan tersebut.

Menurut sumber, Dinas Penjara Israel (IPS) menyambut baik usulan menteri tersebut dan mempertimbangkan menggunakan hewan yang lebih kecil dengan harga sekitar US$8.000 per ekor.

“Itu jumlah yang relatif kecil dibandingkan investasi keamanan, dan hasilnya bahkan lebih baik,” kata seorang sumber IPS kepada Maariv saat itu.

Baca Juga:  PBNU Desak PBB Ambil Langkah Tegas Terkait Serangan Israel ke Iran

Ditambahkan buaya yang lebih kecil dan sama berbahayanya ini akan beradaptasi dengan baik di lingkungan penjara. (ndi/Vietnam)

SHARE
Tag :IsraelPenjaraReptil Buaya

Berita Aktual

Sertifikat akreditasi ilkom upn veteran jatim/dok.aktual.co.id
Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Sukses Pertahankan Akreditasi Unggul 5 Tahun
Jumat, 23 Oktober 2026
Penampakan Topan Champi / Foto: Yahoo
Pemerintah Taiwan dan Tiongkok Timur Siaga Bencana Sambut Topan Champi
Jumat, 23 Oktober 2026
Tim penyelamat sedang mencari korban gempa di Tibet/ Foto: CCTV News
Petugas Tim SAR Melakukan Penyelamatan di Lokasi Terdampak Gempa
Jumat, 23 Oktober 2026
Museum Louvre/ Foto: Anadolu
Demi Keamanan dari Unjuk Rasa Museum Louvre Tutup Mulai 24 Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026
Lokasi terjadi gempa/ Foto: vietnam
Gempa Bumi Magnitudo 7 Menyebabkan 16 Orang Meninggal di Tibet Utara
Jumat, 23 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Macron Menuduh Pemimpin Asing Memberi Komentar Buruk Terhadap Prancis

Khofifah: Santri Harus Mengisi Kemerdekaan Melalui Penguasaan Teknologi

Tentara Israel Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata dengan Serangan Drone di Palestina

Perusahaan IBM Mencatat Peningkatan Pendapatan Kuartal Ketiga Tahun 2026

Presiden Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026

More News

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra / foto : capture ANTARA

Menko Yusril Heran Masyarakat Lebih Percaya Damkar daripada Polisi

Senin, 24 November 2025
Ilustrasi BPJS Kesehatan / Foto : Ist

Setiap Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar Sebagai Peserta JKN

Selasa, 7 April 2026
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pidato di depan PBB / Foto: youtube

Viral, Presiden Macron Dihentikan NYPD untuk Nunggu Konvoi Trump Lewat

Selasa, 23 September 2025
Ilustrasi kekeringan/ Foto: freepik

BMKG Mengingatkan Agar Lebih Bijak Memanfaatkan Air di Musim Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id