Aktual.co.id – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Edu dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Budaya, dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses melaksanakan pelatihan optimasi strategi konten media sosial bagi pelaku UMKM Batik Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (28/7/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei lapangan pada 24 Juli 2025 yang bertujuan memetakan potensi dan kendala mitra, sekaligus menjalin komunikasi awal dengan pihak pemerintah Desa Jatipasar. Survei ini memastikan materi pelatihan benar-benar sesuai kebutuhan mitra, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.
Pelatihan diikuti oleh 5–8 peserta yang terdiri dari pemilik usaha, tenaga produksi, hingga admin media sosial UMKM Batik Wringin Lawang. Para peserta mendapatkan pembekalan materi meliputi optimasi strategi melalui content plan, teknik copywriting, hingga penyusunan jadwal produksi konten yang efektif.
Ketua Tim PKM Edu, Roziana Febrianita, M.A., menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung digitalisasi pemasaran UMKM berbasis budaya lokal. “Batik Wringin Lawang memiliki potensi besar dengan motif khas dan kualitas unggul. Melalui strategi konten yang tepat, diharapkan produk ini bisa menjangkau pasar lebih luas dan meningkatkan daya saing di tengah kompetisi global,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta didampingi menyusun content plan dan jadwal produksi konten, merancang caption persuasif, serta memproduksi konten foto untuk katalog dan feed Instagram. Tim PKM juga menghibahkan perangkat teknologi tepat guna berupa pencahayaan studio dan tongkat swafoto untuk menunjang kualitas foto produk.
Sinergi dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan kegiatan ini. Tim pelaksana terdiri dari Roziana Febrianita, M.A., Chrystia Aji Putra, S.Kom., M.T., dan Latif Ahmad Fauzan, M.A. sebagai anggota, serta dua mahasiswa, Muhammad Felix Fauzi dan Imam Rifqi Wicaksono, yang terlibat sebagai asisten pengabdian masyarakat. Kolaborasi lintas peran ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya ranah dosen, tetapi juga menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan dan praktik kinerja sosial di masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal. Melalui PKM Edu, UPN Veteran Jawa Timur berperan sebagai jembatan pengetahuan, mentransfer keterampilan yang relevan dan terukur untuk mendukung transformasi digital UMKM.
Ke depan, tim PKM Edu berencana melanjutkan pendampingan dengan materi lanjutan yang masih relevan, seperti strategi pemasaran berbasis storytelling, optimasi algoritma media sosial, dan pengelolaan interaksi pelanggan secara digital. “Kami berharap ini menjadi program berkelanjutan, sehingga pelaku UMKM tidak hanya siap di awal, tetapi juga konsisten dalam memelihara kualitas konten dan interaksi dengan konsumen,” tambah Roziana.
Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Baihaqi mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini. “Selama ini kami posting seadanya, tidak ada rencana dan teknik khusus. Setelah pelatihan, kami jadi tahu cara membuat konten yang menarik dan terjadwal, serta memotret produk dengan hasil yang lebih profesional,” ungkapnya.
Dengan dukungan teknologi, keterampilan, dan strategi yang tepat, UMKM Batik Wringin Lawang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan posisi mereka di pasar digital. Program ini sekaligus menegaskan komitmen UPN Veteran Jawa Timur dalam mewujudkan visi pendidikan tinggi yang berdampak langsung pada pembangunan masyarakat dan daerah. (Roziana/ Chrystia Aji/Latif)
