Aktual.co.od – Lalu lintas pengiriman di Terusan Panama terjadi penurunan karena kekeringan berkepanjangan akibat El Nino. Otoritas Terusan Panama (ACP) mengumumkan bahwa jumlah kunjungan kapal harian akan dikurangi dari 36 menjadi 34, dan menjadi 32 mulai 15 September 2026.
Dari jumlah tersebut, 9 kunjungan tetap dilakukan di Pintu Air Neopanamax, sementara jumlah kunjungan di Pintu Air Panamax akan berkurang dari 27 menjadi 25, dan menjadi 23 mulai pertengahan September.
Curah hujan di daerah aliran kanal 34% di bawah rata-rata historis dari Mei hingga Agustus, sementara aliran air ke waduk menurun sebesar 44%. Agustus lalu juga merupakan bulan terkering yang pernah tercatat di Panama.
Model iklim terkini dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat memprediksi fenomena cuaca El Niño akan berlangsung probabilitas hampir 100% hingga awal tahun 2027 dan menjadi parah dengan probabilitas 90% sebelum akhir tahun ini.
Ricaurte Vásquez, seorang perwakilan dari ACP, memperingatkan curah hujan yang sangat, sangat rendah untuk masa mendatang. Mantan administrator ACP, Jorge Luis Quijano, memperingatkan berada dalam masalah musim panas mendatang jika Danau Gatún dan Danau Alhajuela tidak terisi pada akhir November.
Pembatasan tersebut memberikan tekanan pada rantai pasokan global. Terusan Panama menangani sekitar 5% perdagangan maritim global, dengan hampir 70% barang yang melewatinya berasal dari atau ditujukan ke Amerika Serikat.
Dalam jangka panjang, Panama berencana mengimplementasikan proyek waduk Río Indio senilai 1,6 miliar dolar AS. Proyek ini mencakup waduk baru dan terowongan sembilan kilometer yang menghubungkannya ke Danau Gatún, yang dapat memungkinkan pergerakan kapal tambahan hingga dua belas kali per hari selama periode kelangkaan air. (Vietnam/ndi)
