Aktual.co.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko tengah menganggarkan Rp47 miliar untuk intervensi generasi muda untuk berwirausaha.
“Tujuan anggaran intervensi ini untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya, sekaligus memberikan kemandirian kepada GenZ untuk wirausaha,” kata Yona saat ditemui di Komisi A DPRD Kota Surabaya, Kamis (23/10).
Disampaikan, agar program ini bisa berjalan dengan baik, maka Komisi A DPRD Surabaya menekankan pada camat dan lurah tidak gegabah tergesa- gesa menyetujui proposal dari GenZ tanpa ada kajian.
“Harapan kami setiap proposal yang diajukan kepada lurah dan camat adalah program yang memiliki keberlanjutan bukan proposal yang kegiatan instan,” katanya. Karena jika yang instan disetujui maka akan sia – sia saja, demikian Yona menambahkan.
Tujuan program ini adalah mendorong camat dan lurah untuk menyetujui proposal program yang diajukan genZ yang mengarahkan pada kemandirian. “Banyak usaha yang bisa diprogres untuk kemandirian yang berbasis digital maupun kulinary,” katanya.
Kata Yona, salah satu contoh yang sudah muncul di kecamatan adalah urban farming di daerah Rungkut. Disampaikan jika urban farming tersebut sudah bisa mensupply ke supermarket atau toko modern, dan usaha seperti ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Intinya tambahnya llakukan dorong usaha yang memiliki suistainable sehingga memiliki masa jangka panjang. “Jangan mengikuti trend setter yang tidak memiliki lifetime panjang nanti akan sia-sia. Misalnya bisnis kuliner, buktinya banyak sentra wisata kuliner yang tidak bisa berkembang,” ungkapnya.
Menurut Yona, program intervensi GenZ ini bisa mendidik anak muda tentang arti sebuah proses, bukan semata-mata hasil. “Jadi giring GenZ ini tentang pentingnya sebuah proses. Program intervensi GenZ ini melalui camat dan lurah agar tidak gegabah menyetujui program yang instan,” jelasnya.
Program ini akan dilaksanakan tahun 2026 oleh karena program baru maka menurut Yona lakukan monitoring dan evaluasi setelah mengambil kebijakan. “Maka kami menekankan lakukan monitoring dan evaluasi, seperti apakah program ini bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujar Yona
Jika program ini sesuai yang diharapkan, katanya, maka akan melahirkan pengusaha muda berbasis program intervensi GenZ. (ndi)
