Aktual.co.id – Ecky Lamoh lahir 13 Juli 1961 dengan nama Alexander TheodoreIa. Dia dipanggil oleh orang tuanya dengan Ecky dari namanya Alexander. Nama tersebut dibawa sampai dirinya dewasa dan penambahan nama ‘Lamoh’ dari marga keluarga Minahasa, Sulawesi Utara.
Sejak usia 9 tahun Ecky menekuni dunia music dan peran nenek Ecky, Tora Fischer, memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan vokal bagi dirinya. Neneknya sempat menyarankan Eckya agar mengikuti jejak orang tua yang bermain aliran musik Hawaiian, Jazz, dan Blues.
Akan tetapi, Ecky menempuh jalur musik Blues dan menapaki jejak karier di Hard Rock and Roll. Deep Purple dan Led Zeppelin termasuk grup musik yang turut menjadi inspirasi Ecky Lamoh sejak belia.
Tahun 1986 dirinya mendirikan band bernama AERO sebelum bergabung dengan Elpamas. Pada tahun 1986, dirinya bertemu Ekki Soekarno dan Eet Sjahranie hingga membuat album EDANE.
Perjalanan karier dilanjutkan pada 1993 di mana dia bergabung dengan sebuah grup yang bernama ‘Forum’ yang isinya sederet pemusik papan atas Indonesia.
Semisal Erwin Gutawa, Vina Panduwinata, KLa Project, Elfas Singer, hingga Addie MS. Lalu Tantowi Yahya, Ahmad Albar, emes, Andre Hehanusa, Titi DJ, Ita Purnamasari, Paramitha Rusady, hingga Inggrid Widjanarko.
Selama periode 1994, Ecky Lamoh menciptakan karya bersama ELPAMAS melalui album berjudul “BOSS”. Salah satu isinya adalah lagu blues bahasa Inggris pertama di Indonesia dan tercatat di Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI).
Ecky juga merilis lagu berjudul ‘Always’ (Tresno Karo Kowe) pada 26 Mei 2019. Salah satu karyanya itu diciptakan dengan memakai bahasa Jawa dan berkaitan dengan cinta kepada pasangan yang selalu abadi.
Tanggal 20 November 2025, Eet Sjahranie melalui akun Instagram @eetsjahranie sempat memberitakan kondisi Ecky Lamoh yang mengalami sakit. Kendati demikian, Eet Sjahranie tidak menjelaskan penyakit yang dialami sang rocker. (ndi)
