Aktual.co.id – Di media sosial, orang sering menampilkan versi terbaik dari dirinya. Namun, ada yang secara tidak sadar atau sengaja menutupi perasaan sebenarnya dengan membangun citra selalu bahagia.
Berikut beberapa pola yang sering terlihat:
Oversharing
Seseorang yang terlihat terlalu sering membagikan aktivitas, pencapaian, atau momen bahagia bisa jadi sedang mencari validasi dari orang lain.
Konten yang banyak dan intens kadang menjadi cara menutupi kekosongan emosional atau sekadar mendapatkan perhatian dan dukungan sosial.
Mengunggah Kutipan Positif Terus-Menerus
Postingan berisi kata-kata motivasi, afirmasi, atau quotes positif yang berulang-ulang bisa menjadi bentuk self-reminder.
Namun dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi cara seseorang meyakinkan dirinya bahwa ia baik-baik saja, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.
Foto-Foto Nostalgia
Sering mengunggah foto lama atau kenangan masa lalu dapat menunjukkan seseorang sedang merindukan masa yang lebih baik.
Nostalgia yang berlebihan kadang menjadi pelarian dari kondisi saat ini yang dirasa kurang menyenangkan.
Kesimpulan
Aktivitas di media sosial tidak selalu mencerminkan keadaan emosional seseorang secara utuh. Banyak yang memengaruhi orang membagikan hidupnya secara online.
Karena itu, lebih bijak untuk tidak cepat menyimpulkan kondisi seseorang hanya dari postingan, melainkan memahami setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat di layar. (fb)
