Aktual.co.id — Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) Jawa Timur menggelar Communication Outlook 2026 di Hotel Excotel Surabaya, Sabtu (31/1/2026). Forum strategis ini dirancang untuk membaca arah perubahan komunikasi publik dan korporasi di tahun 2026, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas komunikasi digital dan tuntutan transparansi publik.
Pada kesempatan itu, Ketua ISKI Jawa Timur demesioner Prof. Rachmah Ida, Ph.D. mengatakan bahwa komunikasi saat ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat penyampaian informasi, melainkan telah menjadi faktor penentu kepercayaan publik, legitimasi kebijakan, dan keberlanjutan institusi. Menurutnya, kegagalan membaca arah komunikasi dapat berdampak serius pada hubungan antara institusi dan masyarakat.
“Komunikasi hari ini menentukan apakah publik percaya atau tidak. Kesalahan membaca arah komunikasi bisa memicu krisis kepercayaan dan melemahkan dukungan terhadap program pembangunan,” kata Rachmah Ida dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, istilah Communication Outlook dipilih karena mencerminkan kebutuhan untuk membaca persoalan komunikasi secara menyeluruh, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Menurutnya, perubahan lanskap digital bukanlah sesuatu yang hadir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari perencanaan teknologi jangka panjang.
“Teknologi digital yang kita hadapi hari ini tidak datang kemarin sore. Banyak yang sudah dirancang puluhan tahun lalu oleh para pengembang dan investor teknologi global. Artinya, tantangan komunikasi yang kita hadapi sekarang adalah bagian dari desain besar perubahan dunia,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perubahan mendasar dalam konsep audiens akibat perkembangan teknologi digital. Audiens kini bersifat sangat dinamis, aktif, dan tidak lagi pasif menerima pesan. Kondisi tersebut menuntut institusi untuk memiliki strategi komunikasi yang adaptif agar tidak terjebak dalam krisis komunikasi di ruang publik.

Communication Outlook 2026 menghadirkan ruang dialog lintas sektor yang mempertemukan akademisi, praktisi komunikasi, jurnalis, serta humas institusi pemerintah dan korporasi. Forum ini mengidentifikasi risiko komunikasi strategis sekaligus merumuskan peluang penguatan komunikasi berbasis kepercayaan (trust-based communication) sebagai fondasi keberlanjutan kebijakan dan reputasi institusi.
Selain akademisi, forum ini juga menghadirkan perspektif praktisi industri. Fauzi Priambodo, Founder Teamwork Communication Industry, menekankan bahwa komunikasi di era digital dapat menjadi berkah sekaligus musibah bagi organisasi dan pelaku usaha.
“Hari ini komunikasi bisa menjadi berkah, tapi juga bisa menjadi musibah. Dengan komunikasi yang tepat, kami bisa menyelesaikan beban bisnis yang sangat besar. Teknologi dan komunikasi justru membuka peluang baru,” kata Fauzi.
Ia menilai bahwa membangun perusahaan di era digital relatif lebih mudah karena dukungan teknologi dan ekosistem kolaborasi yang luas. Model kerja berbasis online office, kolaborasi dengan afiliator, dan konten kreator menjadi strategi yang semakin relevan.
“Ini era kolaborasi. Tanpa kolaborasi, pertumbuhan akan sangat lambat. Komunikasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan mempercepat perkembangan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, ISKI menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota ISKI Jatim. Muswil itu digelar untuk memilih nahkoda baru yang akan menjadi Ketua ISKI Jatim ke depannya. Ketika para pengurus dan anggota diminta untuk mengusulkan ketua, seluruh pengurus dan anggota ISKI Jatim sepakat untuk memilih Dr. Suko Widodo menjadi Ketua periode 2026-2028. Ia pun terpilih secara aklamasi.
“Terimakasih kepada teman-teman yang telah percaya kepada saya. Yang saya pikirkan dari tadi adalah bagaimana ISKI Jatim ke depannya bisa memberikan warna dan berkontribusi di berbagai bidang dan sektor,” pungkasnya.
