• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Peristiwa Langka Planet Tata Surya Dalam 1 Baris Tanggal 28 Februari 2026
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Travel & Kuliner

Peristiwa Langka Planet Tata Surya Dalam 1 Baris Tanggal 28 Februari 2026

Redaktur III Sabtu, 28 Februari 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi tata surya dalam satu baris/ Foto: freepik
Ilustrasi tata surya dalam satu baris/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Fenomena langka terjadi pada 28 Februari 2026 pada saat matahari terbenam di mana enam planet berjejer di langit dalam satu barisan.

Fenomena ini sering disebut sebagai “parade planet”. Perstiwa ini bukanlah tontonan kosmik seperti yang disarankan oleh namanya.

Para astronom tidak menganggap susunan ini langka atau bermakna secara fisik. Tetapi mereka menawarkan sesuatu yang menarik: kesempatan melihat hampir setengah dari tata surya sekaligus.

Parade planet terjadi ketika beberapa planet terlihat di langit pada waktu yang bersamaan. Tergantung pada konfigurasinya, itu bisa berarti empat, lima, atau bahkan enam planet muncul di atas cakrawala secara bersamaan.

Baca Juga:  Kali Ndayung Wisata Unggulan yang Tersembunyi di Jepara

Terlepas dari namanya yang dramatis, susunan planet ini tidak terlalu langka. Pawai enam planet terakhir terjadi pada Januari 2025, dan diikuti oleh pawai empat planet pada Agustus 2025.

Yang membuat setiap pawai terasa istimewa adalah kesempatan melihat begitu banyak planet dalam satu kali sapuan langit.

Secara visual, parade planet tidak terlihat seperti garis lurus titik-titik terang di langit malam. Sebaliknya, planet-planet membentuk lengkungan yang longgar, terkadang membentang dari cakrawala ke cakrawala.

Beberapa planet mungkin bersinar terang, seperti Venus atau Jupiter, sementara yang lain hanya terlihat melalui teropong atau teleskop, seperti Neptunus.

Baca Juga:  Objek Misterius yang Menuju Tata Surya Mulai Berubah Bentuk

Alasan planet-planet itu tampak berjejer adalah karena geometri. Planet-planet mengorbit matahari kira-kira pada bidang yang sama, yang dikenal sebagai ekliptika.

Dilihat dari Bumi, bidang yang sama itu terkompresi menjadi garis lurus di bidang pandang. “Bayangkan seukuran bola biliar dan berdiri di atas meja biliar. Semua bola lainnya, terlepas dari posisinya di atas meja, akan tampak berjejer di bidang pandang Anda,” kata Jason Steffen , asisten profesor fisika dan astronomi di Universitas Nevada, Las Vegas.

Beberapa orang menyebut tanggal 28 Februari sebagai satu-satunya hari melihat parade planet, keenam planet tersebut, yaitu Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus, sudah terlihat di langit malam dan telah terlihat selama beberapa hari.

Baca Juga:  Perbaikan Jalur Pendakian Menuju Gunung Rinjani

Namun saat ini posisi ke enam planet tersebut sudah tampak bersamaan dalam jendela waktu singkat tepat setelah matahari terbenam.

Terlepas dari mitos, kesejajaran planet tidak memicu bencana alam secara signifikan atau mengubah gravitasi planet bumi. Gaya tarik gabungan dari planet-planet lain dapat diabaikan dibandingkan dengan pengaruh bulan dan matahari. (ndi/national geographic)

SHARE
Tag :ekliptikaPlanetTata Surya
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ju Haknyeon / Foto: allkpop
Seorang Jurnalis Didakwa Bersalah Karena Pencemaran Nama Baik Ju Haknyeon
Selasa, 2 Juni 2026
Dadan Hindayana / Foto: Ist
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana
Selasa, 2 Juni 2026
Petugas kesehatan sedang mengukur suhu badan warga/ Foto: anadolu
Jumlah Kasus Ebola Melampaui 300 di Republik Demokratik Kongo
Selasa, 2 Juni 2026
Athropic AI/ Foto: engagatged
Claude AI Down: Anthropic Konfirmasi Gangguan Layanan
Selasa, 2 Juni 2026
Nadhiem Makarim / Foto : courtesy iNews
Nadiem Mengaku Sedih Dianggap Koruptor Padahal Tidak Ada Buktinya
Selasa, 2 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pengidolaan terhadap selebriti/ Foto: psypost

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Ilustrasi Phubbing/ foto: freepik

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Ilustrasi makan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Makan Secara Teratur Bisa Meredam Gejala Depresi

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Seorang Netizen Menerima Hukuman Berat Akibat Ujaran Kebencian Terhadap Artis IU

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Berawan

LEMONADE Masuk Puncak Lagu iTunes dan Spotify

Meta Tengah Mengembangkan Liontin Bertemakan AI

BTS Rilis Jadwal FIESTA 2026 di Media Sosial Resminya

More News

Komplek percandian Arjuna / foto : istimewa

Candi Arjuna, Candi di Tengah Pegunungan

Kamis, 6 Februari 2025
Museum Bahari diprogramkan buka sampai malam / Foto : capture Jakarta Tourism

Tayang Imersif Museum Akan Diperpanjang Jam Tayang oleh Pemprov DKI

Minggu, 18 Mei 2025
Marbatak / Foto : Dok

Asal Martabak dari India, Sedangkan Terang Bulan dari Keturunan Tionghoa

Sabtu, 5 Juli 2025
Sate Buntel dikenalka orang Tionghoa sejak tahun 1948 / Foto : Indonesia Kaya

Sate Buntel Solo Dikenalkan Oleh Orang Tionghoa Tahun 1948

Rabu, 21 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id