Aktual.co.id – Pada tahun 1909, seorang dokter bernama Carlos Chagas menemukan penyakit Chagas pada seorang gadis berusia dua tahun bernama Berenice.
Sejak saat itu, dimulailah perjalanan untuk menemukan gejala penyakit, dampaknya, dan cara penyembuhannya.
Upaya-upaya ini mampu mengurangi penyebaran penyakit tersebut. Namun, meskipun risiko penularan telah menurun, ternyata masih memiliki jalan panjang sebelum penyakit ini bisa diberantas dari dunia.
Untuk membantu para peneliti dan dokter memerangi penyakit ini, Hari Penyakit Chagas Sedunia ditetapkan pada Mei 2019 dan dirayakan untuk pertama kalinya pada tahun 2020.
Menurut Dr. Marcos Espinal, Direktur Penyakit Menular dan Penentu Lingkungan Kesehatan di Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), hari ini penting karena meningkatkan kesadaran tentang penyakit Chagas dan menyerukan tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya.
Hari raya ini menekankan deteksi penyakit, pengobatannya, dan merancang solusi untuk menghentikan penularan. Penyakit Chagas, juga dikenal sebagai ‘penyakit diam-diam’, merupakan penyakit endemik di 21 negara.
Penyakit ini diketahui menyerang kaum miskin karena kekurangan layanan kesehatan dan sanitasi yang memadai.
Penyakit parasit ini disebabkan oleh mikroorganisme ‘Trypanosoma Cruzi’ dan dapat ditularkan ke manusia melalui serangga.
Infeksi menyebar melalui transfusi darah, transplantasi organ, makanan yang terkontaminasi, dan kontak dengan feses/urin serangga triatomine yang terinfeksi.
Serangga penyebab penyakit ini biasanya aktif di malam hari dan bersembunyi di dinding rumah yang retak, kandang hewan, dan gudang. (ndi/national today)
