Aktual.co.id – Media pemerintah Uni Emirat Arab melaporkan negara itu akan menarik diri dari kelompok negara-negara penghasil minyak utama, OPEC. Laporan tersebut mengatakan keputusan itu akan berlaku efektif pada 1 Mei 2026.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa UEA akan menarik diri dari aliansi OPEC Plus. Disebutkan bahwa keputusan tersebut akan meningkatkan kemampuan negara tersebut merespons permintaan pasar yang terus berkembang dan UEA akan secara bertahap dan hati-hati meningkatkan produksinya.
OPEC, yang memiliki 12 anggota, dibentuk pada 1960 untuk bersaing dengan perusahaan minyak Barat. OPEC Plus mencakup negara-negara seperti Rusia dan Meksiko. Kedua kelompok tersebut memberikan keamanan dan stabilitas pada pasar energi.
Laporan media Barat menyebutkan bahwa keluarnya UEA terjadi setelah bertahun-tahun merasa frustrasi dengan anggota lain, termasuk perbedaan pendapat mengenai kebijakan produksi minyak serta respons terhadap konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Bloomberg melaporkan penarikan tersebut akan menjadi kerugian signifikan bagi OPEC dan membuatnya secara struktural lebih lemah. (ndi/NHK)
