• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Puing Sampah Antariksa Bisa ke Kembali Bumi Dampak Aktivitas Matahari
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

Puing Sampah Antariksa Bisa ke Kembali Bumi Dampak Aktivitas Matahari

Redaktur III Rabu, 6 Mei 2026
Share
3 Min Read
Aktifitas matahari/ Foto: space
Aktifitas matahari/ Foto: space

Aktual.co.id – Medan puing yang bertambah di orbit Bumi suatu hari nanti dapat membahayakan akses ke bintang-bintang.

Saat ini, area tersebut terdiri dari hampir 130 juta keping sampah antariksa antara lain satelit mati, badan roket tua, dan fragmen kecil yang dihasilkan oleh tabrakan di orbit.

Memahami bagaimana pergeseran puing-puing di orbit dapat membantu menghindari tabrakan yang dahsyat. Sebuah studi menunjukkan bahwa puing-puing luar angkasa jatuh ke bumi lebih cepat ketika matahari lebih aktif.

“Untuk kali pertama, kami menemukan aktivitas matahari melewati tingkat tertentu, penurunan ketinggian ini terjadi jauh lebih cepat,” kata penulis utama studi, Ayisha Ashruf, ilmuwan dan insinyur di Pusat Antariksa Vikram Sarabhai di Thiruvananthapuram, India.

Baca Juga:  G Dragon Membatalkan Konser Bulan Agustus di Bangkok, Thailand

Dia menambahkan pengamatan ini diharapkan menjadi kunci untuk perencanaan operasi ruang angkasa berkelanjutan di masa depan.

Semua objek di orbit Bumi kehilangan ketinggian perlahan-lahan bergerak menuju atmosfer bumi. Sementara stasiun ruang angkasa dan satelit mengimbangi kehilangan ini dengan pembakaran mesin untuk mempertahankan orbit yang diinginkan.

Dalam studi baru ini, para peneliti mengukur lintasan 17 puing antariksa di orbit Bumi rendah selama rentang waktu 36 tahun, dimulai dua generasi yang lalu.

“Semua informasi ini berasal dari objek yang diluncurkan pada tahun 1960-an. Objek-objek ini masih berkontribusi pada ilmu pengetahuan, berfungsi sebagai alat yang berharga untuk mempelajari efek jangka panjang aktivitas matahari pada termosfer,” kata Ashruf.

Baca Juga:  Seekor Paus Abu Abu Ditemukan Mati di Sungai Willapa, Washington

Tiga puluh enam tahun mencakup tiga siklus aktivitas matahari yang berbeda mengalami pasang surut dengan periodisitas 11 tahun.

Untuk mengetahui perilaku matahari selama rentang waktu ini, para ilmuwan menggunakan data dari Pusat Penelitian Geosains Jerman di Potsdam, yang melacak bintik matahari dan perubahan harian dalam emisi matahari.

Setelah menghubungkan lintasan puing-puing antariksa dengan data matahari jangka panjang, para peneliti menemukan peningkatan aktivitas matahari meningkatkan kepadatan atmosfer di sekitar puing-puing antariksa.

Hal ini menciptakan lebih banyak hambatan, yang memperlambat orbit puing-puing dan mempercepat penurunannya.

“Hasil penelitian kami menunjukkan ketika aktivitas matahari melewati tingkat tertentu, satelit yang sama seperti sampah antariksa kehilangan ketinggian lebih cepat sehingga diperlukan lebih banyak koreksi orbit,” kata Ashruf.

Baca Juga:  Teori Kuda Mati Jadi Obrolan Menarik di Medsos Karena Dekat dengan Kehidupan Kekinian

Hal ini secara langsung memengaruhi berapa lama satelit tetap berada di orbit dan berapa banyak bahan bakar yang mereka butuhkan, terutama untuk misi yang diluncurkan mendekati maksimum aktivitas matahari. (ndi/space)

SHARE
Tag :Puing antariksaSampah antariksa

Berita Aktual

Siswa menerima makan bergizi gratis /Dok.istimewa
Badan Gizi Nasional Uji Coba MBG dengan Cara Prasmanan
Senin, 19 Oktober 2026
Moment saat salib menimpa pastor di Ekuador/ Foto: IG
Seorang Pastor Meninggal Usai Tertimpa Salib saat Khotbah di Gereja
Senin, 19 Oktober 2026
Salah satu adegan You Can See Everything/ Foto: technocrunch
Film Dokumenter “You Can See Everything” Mencuri Perhatian di Awal Penayangannya
Senin, 19 Oktober 2026
Kamarudin Simanjuntak/ Foto: ANTARA
Pengacara Kamaruddin Simanjutak Meninggal Dunia
Senin, 19 Oktober 2026
Emas Antam/ Foto: ANTARA
Harga Emas Antam Mengalami Kenaikan Menjadi Rp2,574 Juta/Gram
Senin, 19 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia

Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer

Pesawat Triton Aviation Mendarat Darurat Akibat Pintu Pesawat Terbuka

Samsung Galaxy A38 Bocor dengan Berbagai Spesifikasi

Sekjen PBB Antonio Guterres Akan Berkunjung ke Indonesia

More News

Sri Susuhan Pakubuwono XIII/ Foto: Ist

Almarhum Sri Susuhan Pakubuwono XIII Tokoh Penting Keraton Surakarta

Senin, 3 November 2025
Personel NewJeans Hyein, Haerin, Danielle, Hanni, dan Minji/ Foto: Korean Times

Ador Pesimis Kebangkitan NewJeans Pasca Putus Kontrak dengan Danielle

Senin, 29 Desember 2025
Masyarakat berjalan di tengah badai Melissa/ Foto: APNews

Badai Melissa Kategori 5 Menerjang Daratan Jamaika

Rabu, 29 Oktober 2025
BTS / Foto: Allkpop

BTS Boikot Kepesertaan Grammy Awards Karena Pemisahan Musik Barat dan Asia

Kamis, 30 Juli 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id