Aktual.co.id – Pemerintah Arab Saudi memperingatkan kelompok Houthi bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi atas serangan berulang terhadap sejumlah bandara serta kota suci Makkah dan Madinah, seraya menegaskan tidak akan membiarkan keamanan negara dan kebebasan pelayaran terancam.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), Kabinet Arab Saudi mengecam serangan berulang kelompok Houthi yang menyasar para pengunjung Dua Masjid Suci di Makkah dan Madinah, serta berbagai fasilitas sipil dan ekonomi.
Kabinet menegaskan bahwa kelompok tersebut akan menghadapi konsekuensi atas kejahatan dan serangan keji yang terus mereka lakukan.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak akan membiarkan ancaman terhadap keamanan nasional maupun kebebasan navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Kabinet turut menyampaikan apresiasi kepada negara-negara dan organisasi internasional yang telah mengecam serangan kelompok Houthi.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi memuji operasi militer yang dilakukan koalisi pendukung pemerintah sah Yaman untuk menetralisasi ancaman kelompok Houthi terhadap rakyat Yaman.
Menurut kabinet, operasi tersebut bertujuan menjaga perdamaian dan keamanan internasional serta melindungi perdagangan global dan rantai pasokan internasional.
Pemerintah Arab Saudi menyambut baik pulihnya aliran minyak melalui jaringan pipa Timur-Barat, dengan menyebut pemulihan yang cepat itu sebagai bukti ketangguhan sistem energi nasional dalam menghadapi keadaan darurat dan menjaga kelangsungan pasokan ke pasar internasional.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah bandara dan fasilitas sipil di Arab Saudi menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya konfrontasi militer dengan kelompok Houthi.
Eskalasi dimulai pada Juli setelah situasi relatif tenang sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai berlaku pada April 2022.
Yaman dilanda konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada September 2014.
Situasi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. (ndi/Anadolu)