Aktual.co.id – Thailand mengevakuasi lebih dari 100.000 orang di sepanjang perbatasan Kamboja. Pengungsian ini atas respon pertempuran kedua negara di hari kedua, Jumat (25/7).
Kementerian dalam negeri mengatakan 100.672 orang dari empat provinsi perbatasan telah dipindahkan ke tempat penampungan, sementara kementerian kesehatan mengumumkan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 14.
Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengebom target di Kamboja pada hari Kamis setelah serangan artileri dari kedua belah pihak yang menewaskan sedikitnya 11 warga sipil, demikian yang dikutip dari The Guardian.
Keduanya saling menyalahkan karena memulai bentrokan di wilayah perbatasan yang disengketakan. Semula dari sengketa senjata ringan berubah menjadi konflik senjata di enam lokasi yang berjarak 209 km (130 mil) di sepanjang perbatasan.
Pada Jumat pagi, militer Thailand menyatakan bentrokan dimulai pukul 4 pagi di wilayah perbatasan Chong Bok dan Phu Makhuea di Provinsi Ubon Ratchathani, serta di Distrik Phanom Dong Rak, Provinsi Surin.
Militer menyatakan bahwa pasukan Kamboja menggunakan senjata berat termasuk artileri dan roket, dan pasukan Thailand merespons.
Pada hari Jumat, seorang pejabat provinsi Kamboja mengatakan satu warga sipil Kamboja tewas dan lima lainnya terluka dalam bentrokan di perbatasan.
“Sekitar 1.500 keluarga Kamboja dari distrik Banteay Ampil di provinsi Oddar Meanchey, dekat zona konflik, telah dievakuasi ke tempat aman,” ungkap Meth Meas Pheakdey, juru bicara pemerintah provinsi, di Facebook.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada hari Jumat untuk membahas konflik tersebut. AS, sekutu lama Thailand, menyerukan agar permusuhan segera diakhiri.
“Kami sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja dan sangat sedih dengan laporan mengenai korban jiwa di kalangan warga sipil,” ujar wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri, Tommy Pigott, dalam jumpa pers rutin.
