Aktual.co.id – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur terus menghadirkan inovasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Pesantren Kelompok 13 mengembangkan kolam ikan yang dilengkapi teknologi aquaponik di Pondok Pesantren Nurul Iman, Dusun Togor, Desa Gebangan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Melalui teknologi tersebut, kolam ikan tidak hanya dimanfaatkan untuk budidaya perikanan, tetapi juga diintegrasikan dengan instalasi penanaman sayuran tanpa tanah. Inovasi ini memungkinkan ikan dan sayuran dibudidayakan secara bersamaan dalam satu sistem sirkulasi air, sekaligus menjadi langkah untuk mendukung kemandirian pangan di lingkungan pesantren.
Ketua KKN Kelompok 13, Muhammad Farich Nizami, menjelaskan bahwa pengembangan aquaponik dilatarbelakangi keinginan mahasiswa untuk menghadirkan teknologi pertanian sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi pesantren. Terlebih, sistem tersebut tidak membutuhkan lahan yang luas dan memungkinkan pemanfaatan air secara lebih efisien.
“Melalui aquaponik, kolam ikan tidak hanya menghasilkan ikan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikelola oleh para santri sehingga manfaatnya tetap dirasakan meskipun kegiatan KKN telah berakhir,” ujarnya.
Aquaponik merupakan sistem budidaya yang menggabungkan akuakultur atau pemeliharaan ikan dengan hidroponik atau penanaman tanpa tanah. Dalam sistem ini, air dari kolam ikan dialirkan menuju instalasi tanaman. Kandungan nutrisi dari limbah organik ikan yang telah diuraikan mikroorganisme dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan sayuran.
Selanjutnya, air yang telah melewati akar tanaman dialirkan kembali menuju kolam ikan. Proses tersebut berlangsung secara berulang sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien sekaligus membantu menjaga kualitas lingkungan budidaya.
Dalam penerapannya, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur memanfaatkan instalasi aquaponik untuk menanam tiga jenis sayuran, yakni kailan, pakcoy, dan kangkung. Ketiga tanaman tersebut dipilih karena memiliki masa pertumbuhan relatif cepat dan cocok dikembangkan melalui sistem budidaya tanpa tanah.
Farich mengatakan, pengembangan aquaponik juga diarahkan sebagai sarana pembelajaran bagi santri. Melalui instalasi tersebut, para santri dapat mengenal teknologi pertanian sekaligus memahami bagaimana sumber daya yang terbatas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan.
“Selain menjadi sarana pembelajaran, kami berharap hasil budidaya ikan dan sayuran nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan pesantren. Jadi, ada manfaat edukasi sekaligus manfaat ekonomi yang bisa dikembangkan,” katanya.
Pembangunan instalasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penggalian kolam, pemasangan terpal, hingga perakitan pompa dan jaringan pipa PVC sebagai jalur sirkulasi air. Mahasiswa kemudian menghubungkan kolam ikan dengan instalasi penanaman sayuran agar keduanya dapat bekerja dalam satu sistem terpadu.
Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, Mohammad Syarrafah, M.I.Kom., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh bagaimana kegiatan KKN dapat menghadirkan solusi sederhana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya lingkungan pesantren.
“Inovasi yang dihadirkan mahasiswa harus memiliki manfaat nyata dan berkelanjutan. Aquaponik ini bukan sekadar membangun kolam ikan, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan pengetahuan baru kepada para santri,” jelasnya.
Syarrafah menambahkan, kegiatan KKN Tematik Inovasi Pesantren diharapkan tidak hanya menghasilkan program yang bersifat sementara. Mahasiswa juga perlu memastikan bahwa teknologi yang diperkenalkan dapat dipahami dan dikelola secara mandiri oleh pihak pesantren.
Karena itu, keterlibatan santri dalam memahami cara kerja, pemeliharaan, dan pengelolaan instalasi menjadi bagian penting agar program tetap berjalan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN.
“Harapannya, aquaponik ini dapat terus dikembangkan menjadi aktivitas produktif pesantren. Selain memberikan pengalaman belajar kepada santri, inovasi tersebut juga berpotensi mendukung kemandirian pangan jika dikelola secara konsisten,” ungkapnya.
Melalui pengembangan kolam ikan berbasis aquaponik tersebut, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap pesantren semakin mampu memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mendukung kegiatan produktif. Inovasi ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
(Penulis: Mohammad Syarrafah/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
