Aktual.co.id – Program Studi Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) terus berkomitmen memberdayakan masyarakat desa wisata melalui pendekatan ekonomi kreatif. Kali ini, tim dosen Prodi Pariwisata memperkenalkan konsep Storynomics, sebuah strategi promosi berbasis cerita kepada para pelaku pariwisata dan pelaku UMKM di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, yang dikenal sebagai Desa Wisata Kebangsaan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama dua hari di Balai Desa Wonorejo pada 25–26 Juli 2025. Tim dosen UPN Veteran Jatim terdiri dari Made Bambang Adyana, Farid Asfari Rahman, Joko Mijiarto, Retno Juwita Sari, dan A. Muammar Alawi. Mereka bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wonorejo dalam memperkuat kemampuan warga dalam mempromosikan potensi lokalnya, terutama melalui narasi yang menarik dan autentik.
Ketua pelaksana kegiatan, Joko Mijiarto, menjelaskan bahwa Storynomics merupakan salah satu pendekatan baru dalam pemasaran destinasi wisata dan produk UMKM yang menonjolkan nilai-nilai humanis dan kearifan lokal.
“Melalui Storynomics, para pelaku pariwisata dan UMKM diajak untuk menceritakan keunikan produknya, mulai dari proses pembuatan, kisah di balik usaha, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Cerita yang kuat akan membangun kepercayaan dan citra merek di mata wisatawan,” kata Joko.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai pelaku usaha di Desa Wonorejo, antara lain pengelola homestay, pemilik kafe, penyedia jasa transportasi wisata, hingga produsen oleh-oleh khas seperti kopi rempah, kain tenun, abon ikan, dan kuliner lokal. Peserta mendapatkan materi seputar cara mengenali keunikan produk, menentukan sudut pandang cerita, hingga menyusun struktur narasi yang menggugah.
“Sangat penting bagi kita untuk membuat narasi yang kuat dalam membangun persepsi publik terhadap suatu produk. Kalau kita mendengar kata pasta gigi, yang langsung teringat adalah satu merek tertentu. Itulah kekuatan storytelling dalam membentuk memori konsumen,” ujarnya memberi contoh.

Salah satu narasumber lainnya, Made Bambang Adyana, menambahkan bahwa keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat perlu ditopang oleh inovasi dan literasi digital. Kalau promosi hanya mengandalkan mulut ke mulut, daya saing desa akan sulit meningkat. “Dengan pendekatan Storynomics, warga bisa memanfaatkan media sosial dan konten digital sederhana untuk mengenalkan produknya kepada dunia,” kata Made.
Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya storytelling dalam promosi wisata berbasis masyarakat. Para peserta mulai mampu mengemas narasi dan memproduksi konten digital sederhana untuk memperkenalkan produk mereka dengan cara yang lebih menarik dan profesional.
“Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha. Pendekatan partisipatif ini mendorong warga untuk melihat potensi lokal sebagai sumber kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Adi David, Sekretaris Desa Wonorejo sekaligus Ketua Paguyuban Homestay, mengaku konsep Storynomics merupakan hal baru bagi masyarakat setempat. “Saya baru tahu istilah ini. Ternyata cerita bisa jadi alat promosi yang efektif. Lewat cerita, wisatawan bisa mengenal lebih dalam karakter desa kami,” katanya.
Menurutnya, Desa Wonorejo dikenal dengan julukan Desa Wisata Kebangsaan karena keunikan sosial budayanya. Masyarakat dari beragam suku dan agama hidup berdampingan secara harmonis, menjadikan desa ini miniatur Indonesia dalam skala kecil. Selain itu, lokasinya yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Baluran menambah nilai strategis Wonorejo sebagai desa penyangga kawasan wisata alam unggulan di Jawa Timur.
Kepala Desa Wonorejo, Sumarto Adi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Baluran untuk memperkuat kolaborasi di bidang pariwisata dan konservasi lingkungan.
“Pantai kami hanya sekitar 100 meter dari kawasan Baluran. Kami ingin masyarakat ikut dilibatkan dalam pengelolaan wisata dan kegiatan konservasi agar manfaatnya bisa dirasakan langsung,” jelasnya.
Menurutnya, Storynomics dapat menjadi jembatan antara wisata alam dan pengalaman budaya masyarakat. Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga membawa pulang cerita tentang kehidupan dan kearifan lokal warga Wonorejo.
“Dengan semangat baru yang dibangun lewat Storynomics, Desa Wonorejo diharapkan semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam Taman Nasional Baluran, tetapi juga kisah inspiratif tentang harmoni, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya. (Penulis: Made Bambang Adyana, Farid Asfari Rahman, Joko Mijiarto, Retno Juwita Sari, A. Muammar Alawi)
