Aktual.co.id — Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai teras Masjid Al-Muttaqin, Gunung Anyar, Surabaya, Selasa (25/2/2026). Sejumlah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggelar penyuluhan bertema moderasi beragama bagi anak-anak TPQ Al-Muttaqin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai toleransi dan sikap beragama yang seimbang sejak usia dini.
Mengusung tajuk “Masjidku Rumah Belajarku”, program ini digagas oleh Saifuddin Zuhri selaku dosen pendamping sebagai wujud implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan. Penyuluhan tersebut turut didampingi empat ustazah setempat dan mendapat dukungan penuh dari Ketua RW 08 Gunung Anyar Emas, Afiah.
“Biasanya memang banyak mahasiswa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur yang melakukan sosialisasi di lingkungan kami. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi anak-anak TPQ dan juga para mahasiswa,” ujar Afiah.
Sebanyak sepuluh mahasiswa—Regita, Keysa, Nadila, Almira, Kemas, Rizky, Kishi, Helvin, Rifka, dan Davina—terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Ketua pelaksana, Regita, mengaku bersyukur dapat berbagi ilmu dengan para santri kecil. “Kami sangat senang bisa bertemu adik-adik dalam keadaan sehat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi kenangan baik untuk kita semua,” tuturnya.
Materi utama tentang moderasi beragama disampaikan Almira dan Kishi dengan pendekatan komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Para peserta diajak berdiskusi mengenai sikap saling menghormati, tidak mudah menghakimi, serta pentingnya menjaga persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diramaikan lomba menghafal surat pendek, lomba mewarnai, dan bernyanyi bersama tentang indahnya Islam. Metode ini membuat suasana belajar terasa menyenangkan sekaligus bermakna. Antusiasme anak-anak terlihat dari keaktifan mereka menjawab pertanyaan dan semangat mengikuti perlombaan.
“Acaranya seru, Kak. Aku suka pas jawab pertanyaan dikasih hadiah. Tadi juga sudah latihan hafalan dan murothal bareng ustazah,” ujar Zaky, salah satu peserta lomba hafalan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba serta anak-anak yang aktif berpartisipasi. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pembagian konsumsi, dan sesi dokumentasi yang meninggalkan kesan hangat bagi seluruh peserta.
Mahasiswa dan pihak setempat berharap penyuluhan moderasi beragama ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi dapat berlanjut secara berkesinambungan guna membentuk generasi muda yang toleran, santun, dan berakhlak mulia.
(Penulis: Saifuddin Zuhri/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
