Aktual.co.id – Layanan darah Prancis mengatakan telah di retas sistem kontrol dan menaikkan suhu di tiga gudang pendingin yang menyimpan produk darah vital.
Layanan darah Prancis (EFS) mengatakan ambang batas suhu dan pencairan telah dinaikkan ke tingkat yang sangat tinggi, sehingga menyalakan sistem alarm dan bisa mengancam produk darah tersebut rusak.
EFS adalah operator transfusi darah publik Prancis, yang mengumpulkan, menguji, mempersiapkan, dan mendistribusikan produk seperti darah, plasma, dan trombosit ke lebih dari 1.900 rumah sakit di seluruh negeri.
Serangan itu, yang menurut EFS terjadi pada Senin malam, terjadi ketika suhu lemari es dan freezer di supermarket di hampir selusin negara Eropa melonjak hingga 50C (122F).
Peritel di Italia, Jerman, Rumania, dan Inggris menjadi sasaran, setelah Belgia, Estonia, Irlandia, Finlandia, Luksemburg, Belanda, dan Swedia melaporkan masalah yang sama tentang sistem pendingin sehari sebelumnya.
Dalam gelombang serangan di Prancis bulan lalu, peretas menguasai unit pendingin di sebanyak 700 supermarket. Cabang regional bank Crédit Mutuel Prancis mengatakan telah menjadi korban serangan siber tersebut.
Kejadian serupa terjadi di AS pada awal Agustus, ketika serangkaian kerusakan lemari es misterius melanda toko-toko kebutuhan sehari-hari di enam pangkalan militer. Sampai sekarang Pentagon sedang menyelidiki dugaan peretasan tersebut.
Setelah pemerintah Italia mengadakan pembicaraan darurat dengan pejabat intelijen pada hari Selasa, Thomas Regnier, juru bicara Uni Eropa, mengatakan badan-badan blok tersebut sedang mengadakan diskusi dengan otoritas nasional untuk merumuskan respons kolektif.
“Ini bukan insiden terisolasi dan siap secara kolektif menghadapi insiden siber seperti ini,” katanya, menolak menyebutkan nama pelaku. Motif serangan belum diketahui dan belum ada yang mengaku bertanggung jawab.
Beberapa pihak berwenang dan pakar khawatir merupakan serangan hibrida yang disponsori pemerintah setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Para pejabat intelijen Barat mengatakan Moskow sedang melancarkan kampanye sabotase di Eropa yang mengambil banyak bentuk.
Rafe Pilling, direktur senior bidang intelijen di keamanan siber Sophos, mengatakan kepada Guardian bahwa skenario atribusi yang paling masuk akal adalah sinyal dan demonstrasi kemampuan berbasis negara atau peretas tunggal.
EFS menyatakan tidak menjadi target, melainkan menyerang gudang pendingin yang dikelola kontraktor mereka. Produk yang disimpan di ruangan yang terkena dampak, termasuk kantong plasma untuk transfusi dan pembuatan obat-obatan, telah dipindahkan ke lokasi lain.
Ditambahkan pula bahwa badan keamanan siber nasional Prancis (ANSSI) dan kementerian kesehatan telah diberi peringatan, dan pemantauan terhadap semua peralatannya telah diperkuat. (ndi/the guardian)
