Aktual.co.id – Seorang jurnalis bernama Ashish Mishra menulis dalam posting X pada 10 September pukul 23.37 tentang penumpang pesawat penerbangan Delih menuju Singapura AI2380 tanpa pendingin AC selama 1,5 jam.
“Orang-orang terpaksa pakai kertas sebagai kipas. Kami di sini dihujani kalimat tolong bantu. Menyedihkan,” ketiknya
Dalam video yang disertakan, beberapa penumpang terlihat menggapai ventilasi di atas kepala, sementara beberapa lainnya mengipasi diri dengan brosur penerbangan.

Pesawat itu tampak berada di landasan pacu di bandara Delhi, dengan lampu kabin diredupkan dan hiburan dalam pesawat menampilkan layar hitam dengan semacam pesan.
Setengah jam pasca kejadian mati AC tersebut ada pesan bahwa seluruh penumpang akan diturunkan dari pesawat karena mencurigai adanya gangguan teknis.
Lampu kabin dan layar yang terang kembali menyala saat penumpang turun. Press Trust of India melaporkan bahwa Boeing 787-9 Dreamliner seharusnya lepas landas pukul 11 malam, menurut salah satu jurnalis mereka yang berada di dalam pesawat.
Lebih dari 200 penumpang diturunkan setelah dua jam dan dibawa ke gedung terminal tanpa awak memberikan alasan spesifik atas keputusan mereka.
Times of India membagikan pernyataan dari Air India yang menjelaskan bahwa penerbangan ditunda karena masalah pendinginan kabin di darat sebelum keberangkatan.
“Penumpang selalu diberi tahu tentang penundaan tersebut, dan rekan-rekan darat kami di Delhi memberikan semua dukungan kepada penumpang di bandara, termasuk menyediakan minuman dan makanan,” tambah mereka.
Penerbangan kemudian lepas landas pukul 5.36 pagi, enam setengah jam kemudian, setelah pergantian pesawat. (ndi/asiaone)
