Aktual.co.id – Penggunaan cokelat paling awal diketahui oleh suku Olmec sekitar tahun 1900 SM, dan menikmatinya sebagai minuman keseharian.
Cokelat diminum dari guci bundar khusus yang dikenal sebagai ‘tecomates’, yang merupakan simbol status. Suku Maya kemudian menyembah dewa kakao. Menurut catatan tertulis Maya kuno, minuman cokelat disajikan pada acara-acara seperti pernikahan dan penutup acara penting lainnya.
Mereka juga menyiapkan minuman kakao sebagai persembahan kepada dewa-dewa mereka. Minuman cokelat terus menjadi obat dan magis sepanjang sejarah.
Berdasarkan kutipan National Today, pada tahun 1687, ahli botani Irlandia, Hans Sloane, diangkat menjadi dokter untuk Duke of Albemarle di Jamaika.
Selama di Jamaika, Sloane diperkenalkan dengan air cokelat Jamaika. Ia merasa minuman tersebut terlalu pahit dan menambahkan susu untuk menambah rasa.
Ia menyadari bahwa susu cokelat terasa lezat dan juga sangat sehat karena kandungan kalsium dan proteinnya. Berkat posisinya, Sloane diizinkan membawa campuran minuman tersebut kembali ke Eropa.
Ia mulai berkhotbah tentang manfaat obatnya dan menjualnya kepada para apoteker. Pada tahun 1828, sebuah perusahaan di Amsterdam, Van Houten, menemukan metode pengepresan kakao.
Metode ini menghasilkan bubuk cokelat yang ringan dan lembut, mudah larut dalam air atau susu. Hal ini membuat susu cokelat semakin populer karena sangat mudah dibuat.
Merek-merek AS mulai populer pada awal tahun 1900-an dengan diperkenalkannya Ovaltine pada tahun 1904. Popularitas susu cokelat terus meningkat, dan sekarang menjadi salah satu minuman paling populer di dunia. (ndi/national today)
