Aktual.co.id – Sebagai salah satu makanan olahan tertua, pai muncul dalam resep tertulis yang berasal dari zaman Romawi kuno.
Resep pai pertama yang diketahui adalah pai keju kambing dan madu dengan kerak gandum hitam. Bangsa Romawi membuat pai dengan berbagai macam daging, makanan laut, dan buah-buahan, serta mengembangkan pai padat yang disebut plasenta, mirip kue keju.
Dalam pesta-pesta mewah Romawi, pai berperan dalam beberapa hidangan. Sampai baru-baru ini, kulit pai sebagian besar digunakan sebagai wadah untuk isian.
Tidak seperti banyak kulit pai lezat dan bermentega saat ini, kulit pai zaman dahulu seringkali tidak dimakan sama sekali.
Kulit pai berfungsi sebagai wadah untuk menjaga daging tetap lembap dan mencegahnya gosong. Pie pertama kali muncul di Inggris pada abad ke-12, yang sebagian besar masih berisi daging.
Asal-usul beberapa isian pie yang meragukan memunculkan lelucon dan cerita horor, termasuk cerita murahan yang kemudian menjadi “Sweeney Todd.”
Ketika kaum puritan dan pemukim Inggris lainnya melarikan diri ke tempat perantauan, mereka membawa pai.
Meskipun tidak ada meja makan Thanksgiving Amerika yang lengkap tanpa pai labu dan pai pecan manis, pai manis tidak muncul di “Thanksgiving Pertama” dan pai labu baru menjadi populer pada tahun 1800-an.
Saat ini, pai manis jauh lebih laris daripada pai gurih, dan pai labu merupakan bagian tak terpisahkan dari hidangan Thanksgiving.
Jangan sampai salah paham dengan Hari Pi Nasional, Hari Pai Nasional sama sekali tidak ada hubungannya dengan matematika dan sepenuhnya berkaitan dengan kudapan manis khas Amerika tersebut.
Diciptakan pada tahun 1970-an oleh Charlie Papazian (yang kebetulan menetapkan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya), Hari Pai Nasional mengajak semua untuk beristirahat sejenak dengan menikmati makanan penutup favorit Amerika ini. (ndi/national today)
