Aktual.co.id – Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi ditunjuk sebagai Dewan Pengarah BPI Danantara.
Hal itu diungkap oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani siang ini, Senin (24/3). “Kemudian dilanjutkan di dewan pengarah, memang kami meminta dan alhamdulillah sudah disetujui ada Pak Jokowi dan juga Bapak SBY,” ujar Rosan saat mengumumkan stuktur lengkap pengurus Danantara, di Jakarta, Senin (24/3/2025).
Menurutnya, Prabowo juga telah berpesan supaya memilih orang-orang terbaik untuk mengisi pelbagai posisi di Danantara. Prabowo meminta supaya tak ada titipan dari pihak manapun untuk mengisi posisi tersebut.
Penunjukkan dewan pengarah ini membuat warganet menilai tidak ada regenerasi. “Pengangguran pencari kerja nangis darah liat ini. Banyak yang muda – muda berpotensi malah yang tua – tua dapat job basah. terus proses regenerasinya kapan pak @prabowo? Kasih kesempatan dong level bawah,” ungkap Bajul ireng @Keenoy_.
Sementara @WAHYU_UNIFORM memberikan pendapat,”Walau sudah banyak ekonom memberi masukan terkait dampak negatif masuknya politisi dalam tubuh Danantara, Pak Prabowo tetap menunjukan Pak SBY dan Pak Jokowi masuk di Danantara. Hal ini mempertegas model pengambilan kebijakan era Pak Prabowo yang lebih memilih menempuh jalur landau.”
“Siap – siap menghadapi gelombang pelaku pasar pecking kabur, finalis OCCRP THE GANK masih diberi panggung, komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi yang akan mengejar koruptor sampai benua Antartika cuma An****ng menggonggong,” ketik Aline @AlineAl85171985.
Akun Ayo Rame2 @sayno_KKN memberikan pandangan bahwa SBY pernah menyindir rezim Jokowi. “SBY dulu kritik Matahari Kembar sekarang jadi Matahari ke 3 ? Negara sepertinya menuju “chaos” yang ditandai nilai rupiah melemah, daya beli masyarakat turun, kecerdasan turun biaya pendidikan mahal, Harga Saham anjlok (investor kabur), TNI cawe – cawe di jabatan sipil. Demokrasi hancur,” ketiknya.
Para warganet banyak yang fristasi dengan penunjukkan ini karena yang dipilih masih seputar orang yang sama. Kehadiran Danantara pun memunculkan kecurigaan jika lembaga tersebut bisa memicu korupsi baru. (ndi)
