Bicarasurabaya.com – Dalam kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik–Inovasi Pesantren (KKNT-IP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ke Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo, Jember, dilakukan penyerahan branding souvenir sebagai bentuk kontribusi untuk memperkuat identitas dan daya tarik pesantren di tengah masyarakat.
Penyerahan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program mahasiswa KKNT-IP, yang pada Jumat, 4 Juli 2025, akan melaksanakan pelatihan branding kepada para santriwati dengan menggunakan souvenir tersebut sebagai contoh produk branding pesantren.
Souvenir yang diberikan meliputi gantungan kunci, mug, payung lipat, dan termos. Seluruhnya telah diproduksi sebelum mahasiswa berangkat ke lokasi KKN. Produk-produk ini didesain dengan ciri khas visual identitas Pondok Pesantren Baitul Hikmah, yaitu mengangkat ikon Masjid Ibadurrahman dalam balutan warna hijau, putih, dan kuning.
Tak hanya itu, diserahkan pula sejumlah bahan bercocok tanam seperti bibit tanaman, tanah organik, dan sekam bakar guna mendukung program Eco Pesantren—salah satu ciri khas pesantren yang diusung dalam program kerja mahasiswa KKNT-IP.

Prosesi penyerahan souvenir dilakukan secara sederhana, diawali sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Ririn Puspita Tutiasri, S.I.Kom., M.Med.Kom. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa branding souvenir ini diharapkan menjadi media representasi identitas Pondok Pesantren Baitul Hikmah sekaligus memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
Branding souvenir kemudian secara simbolis diserahkan kepada Ustadz Yusfihadi, S.Pd., M.Pd.I., selaku pengasuh dan direktur Pondok Pesantren Baitul Hikmah. Penyerahan disaksikan oleh para santriwati yang tengah menikmati waktu luang di halaman pondok. Ustadz Yusfihadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T IP UPN “Veteran” Jawa Timur dalam memperkuat citra pesantren.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswi KKNT-IP, Dosen Pembimbing Lapangan, ustadz pengasuh pesantren, dan beberapa santriwati. Dalam momen tersebut, Nadhifa selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa souvenir ini telah dirancang sejak sebelum keberangkatan KKN dan diinisiasi oleh DPL yang sudah mendapatkan tugas dari LPPM UPN Veteran Jawa Timur.
“Harapannya, souvenir ini tidak berhenti pada momen penyerahan saja, tetapi bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendukung branding serta promosi Pondok Baitul Hikmah ke depan,” ujar Nadhifa.
Sebelum KKN dimulai, seluruh anggota KKNT-IP telah melakukan riset dan penggalian informasi terkait Pondok Pesantren Baitul Hikmah sebagai acuan pengembangan program kerja, salah satunya pelatihan branding dan marketing sebagai kelanjutan dari penyerahan souvenir.
“Kami juga merencanakan pelatihan branding dan marketing untuk santri pengurus serta anggota Unit Produksi (UP) pada tanggal 4 besok. Di sini ternyata ada UMKM juga, jadi pelatihan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pesantren tapi juga bisa memperkuat UMKM-nya,” tambah Nadhifa.
Pelatihan bertajuk “Panduan Membentuk Identitas dan Menarik Pasar dengan Cara yang Berkah dan Berdaya” dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di kelas tingkat MTs Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo. Kegiatan ini dipandu oleh Dyah Ajeng Puspitaningrum dan Tasya Ningrum dengan peserta santri tingkat 3 MTs yang juga merupakan pengurus pondok.
Pelatihan diawali dengan materi pengenalan branding menggunakan souvenir sebagai studi kasus, kemudian dilanjutkan materi pemasaran digital yang mencakup strategi promosi, alat promosi, bauran pemasaran, serta berbagai bentuk konten digital seperti educating, entertaining, convincing, dan inspiring.
Setelah sesi materi, peserta diberikan waktu untuk bertanya dan dilanjutkan dengan praktik kelompok. Praktik didampingi oleh seluruh anggota KKNT-IP yang membimbing masing-masing kelompok secara intensif. Baik Dyah maupun Tasya berharap kegiatan ini dapat menanamkan semangat kewirausahaan dan kemampuan promosi sejak dini kepada para santri.
“Kami melihat masih minimnya branding dan pemasaran baik dari pondok maupun UMKM di dalamnya, maka pelatihan ini bertujuan untuk mendorong promosi yang lebih kuat dan positif, terutama melalui media sosial,” jelas mereka saat diwawancarai.
Keduanya sepakat bahwa kemampuan memasarkan produk secara kreatif adalah kunci utama dalam dunia usaha di era digital saat ini. Oleh karena itu, pelatihan ini disiapkan untuk membekali santri dengan keterampilan wirausaha yang relevan dan aplikatif.
Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan beberapa santri seusai pelatihan. “Senang banget bisa dapat ilmu baru, terus langsung praktik bikin desain pakai Canva itu jadi pengalaman seru,” ujar Fadia yang merupakan pengurus ponpes tersebut.
Respons positif dari pimpinan dan para santri menunjukkan bahwa branding dan marketing bukan lagi kebutuhan sampingan, melainkan bagian penting dalam keberlangsungan dan pengembangan pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Baitul Hikmah.
Melalui penyerahan branding souvenir dan pelatihan berkelanjutan, mahasiswi KKNT-IP UPN “Veteran” Jawa Timur berhasil mengangkat potensi pesantren dalam menyongsong era digital dan memperkuat daya saingnya.
Penulis: Shintya Nafla Salsabela & Regina Rosary Sinaga
