Aktual.co.id – Banyaknya jumlah pendaki yang mengalami kecelakaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat segera pembentukan regulasi pendakian Gunung Rinjani via Sembalun.
Menurut Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, regulasi ini untuk meminimalisir risiko kecelakaan sekaligus menjaga reputasi daerah wisata Gunung Rinjani.
“Kami ingin mengurangi angka kecelakaan dan menjaga nama baik Lombok Timur sebagai destinasi pendakian yang aman,” katanya seperti dikutip ANTARA.
Berdasarkan data, menurut Bupati, mayoritas korban kecekalaan adalah pendaki dari mancanegara. Sebab banyak dari mereka langsung mendaki begitu tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) tanpa istirahat, briefing atau pemeriksaan kesehatan, tanpa mengetahui yang bersangkutan pendaki pemula atau berpengalaman.

Diantara isi regulasi baru yang sedang disusun tersebut yaitu, mewajibkan bagi pendaki untuk istirahat dan briefing di Sembalun sebelum pendakian, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pengalaman pendakian untuk memastikan kesiapan fisik dan teknis.
“SOP pendakian yang akan dijelaskan petugas terkait, melibatkan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan tim rescue,” katanya.
Bupati mengakui bahwa layanan pemeriksaan kesehatan akan dikenakan biaya, namun pendaki asal Lombok Timur dibebaskan dari pembayaran.
Regulasi ini khusus diterapkan di jalur Sembalun dan tidak mencakup rute lain seperti Senaru Lombok Utara. Implementasinya akan segera dimulai bersamaan dengan pelatihan vertical rescue dan rapat koordinasi lanjutan. (ndi/ANTARA)
