Aktual.co.id – Gempa kuat yang berpusat sekitar lima kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar menyebabkan kerusakan pada rumah, bandara, rumah sakit, jaringan listrik, telekomunikasi, air bersih, serta sistem transportasi umum di sejumlah wilayah Kolombia
Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia bertambah menjadi 111 orang, menurut Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak, sementara kerusakan dilaporkan terjadi pada berbagai infrastruktur penting.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan gempa magnitudo 7,4 tersebut berpusat sekitar lima kilometer di sebelah timur Kota San Jose del Palmar di Kolombia bagian barat.
Gempa berdampak di wilayah administratif Choco itu juga dirasakan di sejumlah kota, termasuk Barranquilla, ibu kota Bogota, Medellin, Manizales, Pereira, dan Bucaramanga, hingga menimbulkan kepanikan luas.
Menurut laporan media setempat, jumlah korban tewas akibat gempa sebelumnya dilaporkan mencapai 71 orang. Operasi pencarian dan penyelamatan serta penilaian kerusakan masih berlangsung, sementara terdapat kekhawatiran jumlah korban jiwa akan terus bertambah.
Gempa mengakibatkan kerusakan serius pada sejumlah infrastruktur penting di wilayah terdampak, termasuk bandara, rumah sakit, jaringan listrik dan telekomunikasi, jaringan air di Kota Armenia, serta sistem transportasi umum MIO di Kota Cali.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella melalui akun media sosialnya di platform X mengatakan dirinya memimpin penanganan darurat di San Jose del Palmar, wilayah yang menjadi pusat gempa.
“Saya telah memerintahkan pembentukan Pusat Komando Terpadu untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan warga terdampak serta mengoordinasikan penanganan,” kata De La Espriella.
Wali Kota Manizales di Provinsi Caldas, Jorge Eduardo Rojas Giraldo, mengatakan kota tersebut menghadapi situasi kritis setelah gempa kuat dan sejauh ini empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Giraldo mengatakan lebih dari 10 bangunan di kota tersebut hancur total, sementara sejumlah besar bangunan lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Ia menambahkan lebih dari 20 rumah telah hancur dan memperingatkan jumlah tersebut dapat bertambah karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran, pertahanan sipil, Palang Merah, pemadam kebakaran sukarela, militer, polisi, tim penyelamat khusus, serta petugas pemerintah kota dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan setelah gempa.
Wali Kota Pereira Mauricio Salazar Pelaez mengatakan kepada media bahwa 18 orang meninggal dunia di kota tersebut. Salazar mengatakan pihaknya memperkirakan banyak orang terjebak di bawah reruntuhan dan mengkhawatirkan jumlah korban meninggal akan bertambah.
Bandara Internasional Matecana dan sejumlah infrastruktur di kota tersebut juga mengalami kerusakan.
Sebagian atap di salah satu area bandara yang terdapat sejumlah orang di dalamnya runtuh, namun pihak berwenang sejauh ini tidak melaporkan korban tewas maupun luka akibat insiden tersebut. (ndi/Anadolu)
