Aktual.co.id – Berlarutnya konflik Thailand dan Kamboja membuat banyak kalangan menyesalkan hal tersebut. Agar tidak berlarut, pihak Kamboja menginginkan gencatan senjata segera dengan Thailand.
Hal ini melihat korban jiwa akibat pertempuran ini menewaskan 32 orang yang berlanjut hingga hari ketikga. Selain itu ribuan orang terpaksa mengungsi akibat bentrokan tersebut dan dianggap paling berdarah dalam peperangan satu dekade ini.
Duta Besar Kamboja untuk PBB menyerukan gencatan senjata setelah pertemuan darurat yang digelar secara tertutup pada Jumat malam di New York.
Seperti dikutip dari The Guardian, Cherdchai Chaivaivid, utusan Thailand untuk PBB, mendesak Kamboja untuk segera menghentikan semua permusuhan dan tindakan agresi, serta melanjutkan dialog dengan itikad baik.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama antara kedua negara meletus menjadi pertempuran sengit pada hari Kamis
Malaysia sebagai pemimpin blok regional yang mencakup kedua negara, mendesak kedua belah pihak untuk mundur dan menawarkan mediasi. AS dan Tiongkok juga telah menyatakan keprihatinan atas perkembangan ini.
“Kamboja meminta gencatan senjata segera tanpa syarat dan kami juga menyerukan solusi damai atas perselisihan ini,” kata Duta Besar Kamboja untuk PBB Chhea Keo setelah pertemuan PBB.
Pada Sabtu pagi, Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh Thailand menembakkan lima peluru artileri berat ke beberapa lokasi di Provinsi Pursat.
Sementara Thailand menuduh Kamboja memulai serangan di provinsi tetangga Trat, dan mengatakan pasukan angkatan laut Thailand berhasil memukul mundur serangan tersebut pada pukul 05.40 pagi.
Sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand bermula lebih dari seabad yang lalu akibat perselisihan mengenai peta era kolonial. Ketegangan telah meningkat sejak Mei, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat.
Keadaan tetapi semakin memanas ketika tentara Thailand terluka oleh ranjau darat yang menurut pejabat Thailand baru saja ditanam, namun tuduhan tersebut dibantah Kamboja.
Thailand merespons dengan menarik duta besarnya untuk Kamboja, dan menyatakan akan mengusir utusan Kamboja di Bangkok.
Pada Kamis pagi, pertempuran meletus di beberapa titik di sepanjang perbatasan. Kedua belah pihak saling menyalahkan karena melepaskan tembakan terlebih dahulu
Lebih dari 138.000 orang telah dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand, menurut Kementerian Kesehatan, sementara keluarga-keluarga berlindung di kuil, sekolah, dan pusat-pusat kota. Pihak berwenang Kamboja mengatakan lebih dari 23.000 orang telah dievakuasi dari daerah-daerah dekat perbatasan. (ndi)
