Aktual.co.id – Sebuah perusahaan yang berpusat di Shanghai menuai kritik setelah memuji karyawannya karena melakukan lembur hampir 160 jam melebihi jadwal regulernya dalam satu bulan.
Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), pada tanggal 6 Agustus, Perusahaan e-commerce Yisai mengeluarkan pemberitahuan resmi yang memuji para pekerjanya atas kontribusi tanpa pamrih melalui lembur.
Pengumuman itu dengan cepat menjadi viral di media sosial Tiongkok daratan, di mana banyak pengguna menyatakan keterkejutan dan kekhawatiran atas beban pekerjaan yang berlebih.
“Setelah mengumpulkan data waktu istirahat karyawan kami di sistem penjaga pintu masuk, kami menemukan sekelompok karyawan yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang telah memberikan kontribusi tanpa pamrih kepada perusahaan. Mereka adalah panutan bagi semua,” pernyataan perusahaan dalam pemberitahuannya.
Di posisi teratas terdapat seorang staf yang bekerja 159,96 jam melebihi jadwal regulernya. Bahkan orang terakhir dalam daftar tersebut telah bekerja lembur selama 68,41 jam.
Yisai, adalah perusahaan e-commerce perlengkapan olahraga dengan sekitar 100 karyawan, sebagian besar lahir setelah tahun 1990.
Aktivitas jam kerja mulai pukul 08.30 hingga 17.30. Meskipun demikian, perusahaan mendorong karyawan untuk menumbuhkan semangat mencintai pekerjaan dan memberikan kontribusi tanpa pamrih.
Dikatakan seorang manajer yang tidak diketahui namanya mengatakan, departemen yang paling sibuk adalah bagian operasional sehingga membutuhkan jam lembur.
“Kami tidak memaksa pekerja untuk lembur. Terkadang, pekerja bekerja lembur secara sukarela,” kata manajer tersebut. Jika perusahaan menugaskan untuk bekerja lembur, karyawan dapat menerima upah lembur. Namun, jika melakukan atas inisiatif sendiri, tidak ada upah lembur.
Masih belum jelas berapa banyak lembur yang diamanatkan secara resmi. Dilaporkan bahwa lembur tidak boleh melebihi tiga jam dalam satu hari dengan maksimum 36 jam per bulan. (ndi/Hindustani Time)
