• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Mengenal Angin Duduk yang Sering Diremehkan Sebagian Orang
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Mengenal Angin Duduk yang Sering Diremehkan Sebagian Orang

Redaktur III Kamis, 28 Agustus 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi nyeri pada dada / Foto : freepik
Ilustrasi nyeri pada dada / Foto : freepik

Aktual.co.id – Banyak yang meremehkan tentang istilah angin duduk. Namun efek dari angin duduk ini sangat berbahaya terutama tentang keselamatan jiwa.

Berdasarkan kutipan dari Alodokter, angin duduk ini nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otot jaringan. Kondisi ini sering kali disalahartikan dan diremehkan karena gejalanya mirip dengan persoalan ringan.

Padahal, angin duduk berkaitan erat dengan gangguan jantung yang perlu segera ditangani. Angina pectoris atau angin duduk ditandai dengan nyeri dada yang seperti tertindih, terbakar, atau tertusuk. Keluhan ini lebih sering muncul saat penderitanya sedang beraktivitas, yaitu ketika jantung memompa darah lebih cepat.

Baca Juga:  Tanda Orang Menghindari Percakapan Berdasarkan Penelitian Psikologi

Angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung koroner mengalami penyempitan. Pembuluh darah jantung ini berfungsi mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik.

Ketika pembuluh koroner menyempit, suplai oksigen ke otot jantung menjadi terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini disebut penyakit jantung koroner.

Sedangkan penyebab jantung koroner adalah pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah coroner. Pembuluh darah yang menyempit ini dapat makin menyempit saat penderita beraktivitas.

Angin duduk dapat disebabkan oleh spasme pembuluh darah koroner, yang disebut angina varian atau angina Prinzmetal.

Baca Juga:  Belum Ada Obat Bagi Penderita yang Terpapar Virus Nipah

Pada kondisi ini, aliran darah ke jantung terhambat karena pembuluh darah menyempit sesaat. Oleh karena itu, nyeri dada bisa muncul kapan saja, bahkan saat sedang beristirahat.

Gejala angin duduk adalah nyeri dada yang terasa seperti ditindih atau ditekan benda berat. Nyeri yang timbul akibat angin duduk dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan, bahu, punggung, rahang, dan gigi. Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam.

Beberapa gejala lain yang dapat menyertai nyeri dada pada angin duduk atau angina adalah: Keringat dingin, mual, pusing, lemas, sesak napas.

Baca Juga:  Studi Menunjukkan Keteraturan Tidur Dapat Melindungi Kesehatan Mental Remaja

Gejala angin duduk lebih sering timbul saat beraktivitas dan mereda atau hilang jika beristirahat atau meminum obat. Angin duduk jenis ini disebut angin duduk stabil.

Pada kasus tertentu, angin duduk tidak hilang meski sudah beristirahat dan minum obat, atau timbul saat sedang beristirahat. Angin duduk jenis ini disebut dengan angin duduk tidak stabil.

Jika mengalami hal tersebut, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosa dan terapi perawatan agar ditangani dengan baik. (ndi/alodokter)

 

SHARE
Tag :angin duduknyeri dadaserangan jantung

Berita Aktual

Penampakan Topan Champi / Foto: Yahoo
Pemerintah Taiwan dan Tiongkok Timur Siaga Bencana Sambut Topan Champi
Jumat, 23 Oktober 2026
Tim penyelamat sedang mencari korban gempa di Tibet/ Foto: CCTV News
Petugas Tim SAR Melakukan Penyelamatan di Lokasi Terdampak Gempa
Jumat, 23 Oktober 2026
Museum Louvre/ Foto: Anadolu
Demi Keamanan dari Unjuk Rasa Museum Louvre Tutup Mulai 24 Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026
Lokasi terjadi gempa/ Foto: vietnam
Gempa Bumi Magnitudo 7 Menyebabkan 16 Orang Meninggal di Tibet Utara
Jumat, 23 Oktober 2026
Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu
Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis
Kamis, 22 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Macron Menuduh Pemimpin Asing Memberi Komentar Buruk Terhadap Prancis

Khofifah: Santri Harus Mengisi Kemerdekaan Melalui Penguasaan Teknologi

Perusahaan IBM Mencatat Peningkatan Pendapatan Kuartal Ketiga Tahun 2026

Kim Jong Un Meresmikan Pameran di Tengah Rumor Meninggal Dunia

Pemerintah Prancis Mempertahankan Jam Malam di Area Penting

More News

Penelitian otak memancarkan cahaya redup / Foto : psypost

Studi : Otak Manusia Memancarkan Sinyal Cahaya yang Redup

Sabtu, 26 Juli 2025
Tetap bahagia meski sedang terluka/ foto : freepik

Berikut Cara Mengobati Luka Akibat Ditinggal Pasangan

Sabtu, 1 Maret 2025
Sejumlah wanita menyembunyikan kerentanannya untuk mendapatkan validasi / Foto : freepik

Tanda Wanita yang Hidupnya Tampak Sempurna Namun Tidak Bahagia

Sabtu, 24 Mei 2025
ilustrasi

Berbohong Disangkutkan Soal Keburukan, Padahal Bisa untuk Kebaikan

Selasa, 11 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id