Aktual.co.id – Sebuah studi terhadap remaja menemukan bahwa keteraturan tidur dapat menyeimbangkan hubungan antara kesulitan tidur dan gejala kesehatan mental.
Remaja yang mengalami kesulitan tidur pada malam hari cenderung menunjukkan gejala kesehatan mental pada hari berikutnya.
Namun jika dilakukan tidur secara teratur, maka persoalan gangguan kecemasan pada remaja bisa diselesaikan. Hal ini seperti yang ditulis dalam Journal of Sleep Research .
Kurang tidur atau kurang tidur kronis dikaitkan dengan risiko terhadap kondisi kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan mudah tersinggung.
Kondisi ini juga meningkatkan risiko kesehatan fisik seperti penyakit jantung, obesitas, dan kekebalan tubuh yang lemah.
Tidur yang berkualitas membantu mengatur respons stres dan mendukung ketahanan secara keseluruhan. Baik durasi tidur maupun kualitas tidur penting untuk menjaga kesehatan mental sepanjang hidup.
Namun, kualitas tidur remaja merupakan masalah kesehatan global. Misalnya, data pengawasan nasional AS memperkirakan bahwa antara 65% dan 80% remaja tidak cukup tidur.
Remaja dengan kualitas tidur yang buruk cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih buruk dan lebih mungkin menunjukkan masalah perilaku.
Penulis studi Jinjin Yan dan rekan-rekannya berusaha menyelidiki hubungan harian antara kesulitan tidur dan gejala kesehatan mental yang dialami remaja.
Para penelitian ingin menemukan jawaban apakah keteraturan tidur bisa berdampak pada gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan penarikan diri dari lingkungan sosial.
Remaja dengan pola tidur yang teratur cenderung memiliki gejala kecemasan dan keluhan somatik yang lebih rendah. Artinya. pola tidur yang lebih konsisten membantu meredam efek negatif gangguan tidur pada gejala somatik remaja.
“Dengan menilai konsistensi pola tidur/bangun sehari-hari, penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang tidur remaja dan kesehatan mental dengan mengungkap interaksi kompleks antara keteraturan tidur dan kesulitan tidur harian pada gejala internalisasi remaja,” simpul peneliti.
Studi ini menyoroti hubungan antara tidur dan kesehatan mental. Namun, penting dicatat bahwa studi ini hanya berfokus pada dampak kesehatan mental jangka pendek dan langsung dari gangguan tidur dan tidak meneliti konsekuensi jangka panjang dari kurang tidur. (ndi/psypost)
