Aktual.co.id – Pada tahun 1969, Russell Capper yang berusia sembilan tahun mengirimkan surat kepada Presiden Nixon yang mengusulkan agar ditetapkan satu hari khusus untuk merayakan kakek-nenek.
Pada tanggal 12 Juni 1969, beliau menerima balasan surat dari Rose Mary Woods, yakni Sekretaris Pribadi Presiden.
“Kepada Russell yang terhormat, Terima kasih atas surat Anda kepada Presiden Nixon. Saran Anda mengenai Hari Kakek-Nenek sangat kami hargai, tetapi Presiden biasanya mengeluarkan proklamasi yang menetapkan periode khusus untuk perayaan tersebut hanya jika resolusi Kongres mengizinkannya. Salam hangat, Hormat kami, Rose Mary Woods, Sekretaris Pribadi Presiden,” ketik Rose Mary Woods.
Setelah surat ini, Marian McQuade diakui secara nasional oleh Senat AS dan Presiden Jimmy Carter sebagai pendiri Hari Kakek-Nenek Nasional.
McQuade ingin mengedukasi generasi muda pentingnya para lansia dan kontribusi yang mereka berikan sepanjang sejarah. Ia mendorong generasi muda untuk “mengadopsi” seorang kakek-nenek dan belajar lebih banyak tentang kehidupan, tantangan, dan keinginan mereka untuk masa depan.
Pada tahun 1977, Senator Randolph, dengan bantuan senator lainnya, mengajukan resolusi bersama kepada Senat yang meminta presiden untuk mengeluarkan proklamasi tahunan guna penetapan Hari Kakek-Nenek Nasional.
Kongres mengesahkan undang-undang tersebut, dengan menetapkan Minggu pertama sebagai Hari Buruh sekaligsu di hari berikutnya Hari Kakek-Nenek Nasional.
Pada tanggal 3 Agustus 1978, Jimmy Carter menandatangani proklamasi tersebut, dan hari itu akhirnya dirayakan pada tahun berikutnya. (ndi/nationaltoday)
