Aktual.co.id – Hampir setiap tahun memperingari Hari Keselamatan Pasien se Dunia ditandai dengan warna orange. Warna ini dianggap sebagai symbol penyelamatan dan keamanan dalam keadaan darurat.
Pengambilan warna orange ini karena mencolok baik di cahaya terang maupun gelap. Berdasarkan artikel di art and collection menyebutkan bahwa warna jingga dulunya tidak dikenal karena perpaduan antara kuning dan merah.
Disebutkan bahwa Seniman Mesir kuno menggunakan pigmen mineral oranye yang disebut realgar untuk lukisan makam.
Mineral lunak dan bersektil ini terdapat dalam kristal monoklinik, yang membentuk gugusan besar di batu permata merah tua semi mulia. Pigmen yang sama kemudian digunakan untuk mewarnai manuskrip oleh para seniman abad pertengahan.
Pada tahun 1797, ilmuwan Prancis Louis Vauquelin menemukan mineral krokoit, yang pada tahun 1809 memicu munculnya pigmen sintetis krom jingga.
Pigmen sintetis lainnya, merah kobalt, kuning kobalt, dan jingga kobalt, yang terbuat dari kadmium sulfida dan kadmium selenit, segera menyusul.
Pigmen-pigmen baru ini, ditambah penemuan tabung cat logam pada tahun 1841, memungkinkan para seniman melukis di luar ruangan dan menangkap warna-warna cahaya alami.
Di Inggris, warna oranye menjadi sangat populer di kalangan Pra-Rafaelit, sebuah kelompok pelukis, penyair, dan kritikus Inggris yang didirikan pada tahun 1848. Rambut merah-oranye Elizabeth Siddal, istri pelukis Dante Gabriel Rossetti, yang tergerai menjadi simbol gerakan Pra-Rafaelit.
Dijelaskan artikel art and collection bahwa Albert Joseph Moore melukis pemandangan perayaan orang-orang Romawi mengenakan jubah oranye terang, lebih terang daripada yang dikenakan orang Romawi mana pun.
Seniman Prancis membawa warna oranye ke arah yang berbeda. Pada tahun 1872, Claude Monet melukis Impression Sunrise dengan matahari oranye kecil sebagai titik fokus gambar pantulannya menerangi permukaan air. Lukisan inilah yang kemudian menjadi asal muasal aliran impresionis.
Saat ini, oranye digunakan untuk berbagai keperluan. Visibilitasnya yang tinggi menjadikannya warna populer untuk sekoci penyelamat dan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung dan alat apung.
Sementara menurut akun praktek dokter spesialis menuliskan Code Orange digunakan untuk merespons keadaan darurat terkait bahan kimia atau zat berbahaya, termasuk tumpahan bahan kimia atau paparan gas beracun.
Artinya bahwa, staf medis dan keamanan harus segera mengamankan area yang terpapar, memberikan perawatan kepada yang terpapar, dan memastikan bahwa zat berbahaya tidak menyebar lebih jauh.
Dicontohkan jika terjadi tumpahan zat kimia beracun di laboratorium atau area perawatan, “Code Orange” akan diumumkan untuk mengambil tindakan pengamanan.
Pada Hari Keselamatan Pasien se Dunia warna orange menjadi symbol untuk merayakan hari tersebut. Maka disarankan lembaga kesehatan mengibarkan warna orange untuk memperingati Hari Keselamatan Pasien se Dunia. (ndi)
