Aktual.co.id – Ace Frehley, gitaris utama sekaligus pendiri band glam rock Kiss meninggal dunia pada hari Kamis (16/10) di usia 74 tahun.
Mengutip dari AP News, Frehley meninggal dengan tenang dikelilingi keluarga di Morristown, New Jersey setelah terjatuh.
Pihak keluarga mengatakan sangat terpukul dan patah hati, tetapi menghargai tawanya dan merayakan kebaikan yang telah diberikan kepada orang lain.
Kiss, yang hitsnya termasuk “Rock and Roll All Nite” dan “I Was Made for Lovin’ You,” dikenal karena pertunjukan panggung teatrikalnya, dengan api dan darah palsu yang keluar dari mulut para anggota band yang mengenakan pelindung tubuh, sepatu bot platform, wig, dan cat wajah hitam-putih khas mereka.

Formasi awal Kiss terdiri dari Frehley, vokalis sekaligus gitaris Paul Stanley, bassis Gene Simmons, dan drummer Peter Criss.
Kematian Frehley adalah yang pertama di antara keempat anggota pendiri. Para anggota band meniru karakter-karakter bergaya komik, Frehley dikenal sebagai “Space Ace” dan “The Spaceman.”
Penghibur kelahiran New York dan anggota Rock & Roll Hall of Fame ini sering bereksperimen dengan kembang api, membuat gitarnya menyala, mengeluarkan asap, dan menembakkan roket dari headstock.
“Kami berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Ace Frehley,” ujar Simmons dan Stanley dalam pernyataan bersama. Menurutnya, Frehley adalah pejuang rock yang penting tak tergantikan di beberapa babak penting pembentukan band dan sejarahnya. Lahir dengan nama Paul Daniel Frehley, ia tumbuh dalam keluarga musisi dan mulai bermain gitar pada usia 13 tahun.
Sebelum bergabung dengan Kiss, ia bermain di band-band lokal di sekitar New York City dan menjadi roadie untuk Jimi Hendrix pada usia 18 tahun.
Kiss sangat populer di pertengahan 1970-an, terjual puluhan juta album dan melisensikan tampilan ikoniknya menjadi keajaiban pemasaran.
“Beth” menjadi hit komersial terbesarnya di AS, memuncaki No. 7 di Billboard Top 100 pada tahun 1976. Sebagai ketua baru Kennedy Center, Presiden Donald Trump menunjuk Kiss sebagai salah satu penerima penghargaan tahun ini .
Pada tahun 2024, band ini menjual katalog, nama merek, dan kekayaan intelektual mereka kepada perusahaan Swedia Pophouse Entertainment Group dalam kesepakatan yang diperkirakan bernilai lebih dari $300 juta (Rp4 triliun).
Frehley sering berselisih dengan Stanley dan Simmons selama bertahun-tahun. Ia meninggalkan band pada tahun 1982, melewatkan masa-masa ketika menghapus susunan personil dan meraih kesuksesan.
Stanley kemudian mengatakan mereka hampir mengganti Frehley dengan Eddie Van Halen, tetapi Vinnie Vincent mengambil alih peran gitar utama.
Frehley tampil sebagai artis solo dan bersama bandnya, Frehley’s Comet. Namun, ia bergabung kembali dengan Kiss pada pertengahan tahun 1990-an untuk reuni yang gemilang dan pemulihan gaya aslinya yang terjadi setelah band-band seperti Nirvana, Weezer, dan Melvins.
Ketika keempat anggota asli masuk Rock & Roll Hall of Fame pada tahun 2014, sebuah perselisihan membatalkan rencana mereka untuk tampil.
Simmons dan Stanley keberatan dengan dilantiknya Criss dan Frehley, alih-alih gitaris Tommy Thayer dan drummer Eric Singer.
Simmons mengatakan kepada majalah Rolling Stone tahun itu bahwa Frehley dan Criss “tidak lagi pantas memakai riasan.” “Riasan itu memang pantas. Hanya hadir di awal saja tidak cukup,” kata Simmons.
Frehley dan Kiss memiliki pengaruh besar pada gaya glamor band-band hair metal tahun 1980-an termasuk Mötley Crüe dan Poison.
“Ace, saudaraku, aku sungguh tidak bisa cukup berterima kasih padamu atas tahun-tahun musik yang hebat, banyak festival yang telah kita ikuti bersama, dan gitar utamamu di Nothing But A Good Time,” kata vokalis Poison, Bret Michaels, di Instagram.
Band-band yang lebih keras seperti Metallica dan Pantera juga merupakan penggemarnya bahkan bintang musik country Garth Brooks bergabung dengan para anggota band untuk rekaman
“Hard Luck Woman” mereka dalam kompilasi tahun 1994. Frehley sesekali tampil bersama Kiss di beberapa pertunjukan berikutnya.
Konser di Madison Square Garden pada tahun 2023 disebut-sebut sebagai konser terakhir band ini. Meskipun Stanley dan Simmons mengatakan tidak akan tur lagi namunn tetap aktif mempromosikan musik dan memorabilia band. (ndi/APNews)
