Aktual.co.id – Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto dikabarkan menderita stroke ringan setelah mengeluhkan ada gangguan di dalam tubuhnya. Keluhan tersebut dituangkan dalam instragram @kaksetosahabatanak yang menceritakan tentang ihwal dari sakit ‘Mild Stroke’ (Stroke Ringan) yang dirasakan.
“Ternyata saya terdiagnosa ‘Mild Stroke’ (Stroke Ringan) yang menyerang fungsi kognitif, bukan motorik,” tulisnya melalui akun Instagramnya. Nah banyak yang bertanya apa stroke ringan dengan stroke yang mengakibatkan kelumpuhan pada pasiennya. Mengutip dari laman Brain and Permofance Center, layaknya jenis stroke lainnya, stroke ringan terjadi ketika suplai darah ke sebagian otak terputus.
“Perbedaannya adalah bagian otak yang terdampak stroke ringan terlalu kecil untuk menghambat kendali fungsi vital otak, sehingga gejalanya mungkin tidak disadari atau disebabkan oleh kondisi kesehatan atau mental lainnya,” kutip laman tersebut.
Kebanyakan orang tidak akan tahu secara pasti bahwa mereka terkena stroke ringan tanpa pemindaian MRI atau CT yang mendeteksi pembuluh darah kecil yang terkena, perubahan pada materi putih, atau lesi.
Disebutkan bahwa stroke ringan membunuh sel dan jaringan otak, sehingga harus segera ditangani untuk mengobati gejala dan mencegah stroke berikutnya. Tidak jarang seseorang mengalami beberapa kali stroke ringan sebelum menyadari efek neurologis kumulatif, bahkan demensia vaskular (pasca-stroke).
Faktanya, hingga sepertiga dari mereka yang menderita stroke mengalami demensia dalam waktu enam bulan. Klinik Cleveland Abu Dhabi menghimbau pasien untuk mencari tanda-tanda peringatan stroke ringan.
Mengapa? Karena meskipun usia rata-rata global penderita stroke di atas 65 tahun, usia rata-rata di UEA lebih muda karena tingginya prevalensi faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes. (ndi)
