Aktual.co.id – Pada tahun 2011, gempa berkekuatan 9,0 skala Richter memicu tsunami yang mengakibatkan 18.500 orang meninggal atau hilang.
Gempa dan tsunami pada waktu itu juga mengakibatkan kehancuran dahsyat di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.
Jepang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik dan merupakan salah satu negara dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia.
Negara kepulauan yang menjadi rumah bagi sekitar 125 juta orang ini mengalami sekitar 1.500 gempa bumi setiap tahun.
Sebagian besarnya ringan, meskipun kerusakan yang ditimbulkannya bervariasi menurut lokasi dan kedalamannya di bawah permukaan bumi.
Gempa bumi sangat sulit diprediksi, tetapi pada bulan Januari sebuah panel pemerintah sedikit meningkatkan kemungkinan terjadinya guncangan hebat di Palung Nankai di lepas pantai Jepang dalam 30 tahun ke depan menjadi 75-82 persen.
Pemerintah merilis perkiraan baru pada bulan Maret yang mengatakan bahwa ‘gempa besar’ dan tsunami berikutnya dapat menyebabkan sebanyak 298.000 kematian dan kerusakan hingga Rp33 kuadrilyun. (ndi/yahoo)
