Aktual.co.id – Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2026 adalah hari global yang merayakan pencapaian historis, budaya, dan politik perempuan.
Hari ini juga diperingati mendukung tindakan melawan ketidaksetaraan gender di seluruh dunia. Ini adalah hari menghargai upaya perempuan.
Organisasi besar dan kecil bersatu menunjukkan kepada perempuan betapa berharganya dalam masyarakat saat ini. Pastikan juga membantu perempuan di manapun berada menemukan sumber daya tentang beasiswa yang tersedia untuk perempuan dari seluruh dunia membantu mengembangkan potensi dan meraih kesuksesan yang lebih tinggi.
Sejarah ini berawal ketika Susan B. Anthony seorang aktivis politik dan pembela hak-hak perempuan. Setelah Perang Sipil, ia memperjuangkan Amandemen ke-14 untuk memberikan kewarganegaraan kepada semua warga Amerika yang dinaturalisasi dan lahir di Amerika.
Meskipun Amandemen ke-14 diratifikasi pada tahun 1868, hal itu belum menjamin hak pilih perempuan. Pada tahun 1869, Asosiasi Hak Pilih Perempuan Nasional (National Woman Suffrage Association/NWSA) didirikan oleh Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony untuk melanjutkan perjuangan hak-hak perempuan.
Pada awal tahun 1900-an, perempuan mengalami ketidaksetaraan upah, kurangnya hak pilih, dan beban kerja yang berlebihan.
Sebagai tanggapan atas semua ini, 15.000 perempuan berbaris di Kota New York pada tahun 1908 menuntut hak-haknya. Pada tahun 1909, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika.
Konferensi Perempuan Internasional diselenggarakan pada Agustus 1910 oleh Clara Zetkin, seorang pejuang hak pilih perempuan asal Jerman dan pemimpin di Kantor Perempuan.
Zetkin mengusulkan Hari Perempuan khusus yang akan diselenggarakan setiap tahun dan Hari Perempuan Internasional dirayakan pada tahun berikutnya di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, dengan lebih dari satu juta orang menghadiri demonstrasi tersebut.
Pada 18 Agustus 1920, Amandemen ke-19 diratifikasi dan perempuan kulit putih diberikan hak untuk memilih di AS. Gerakan pembebasan terjadi pada tahun 1960-an dan upaya tersebut menghasilkan pengesahan Undang-Undang Hak Pilih, yang memberikan hak suara kepada semua perempuan.
Ketika internet menjadi lebih umum, feminisme dan perjuangan melawan ketidaksetaraan gender mengalami kebangkitan kembali.
Kini merayakan Hari Perempuan Internasional setiap tahunnya sambil berupaya dengan harapan menciptakan masyarakat yang sepenuhnya setara. (ndi/national today)
