Aktual.co.id — Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melalui program pengabdian kepada masyarakat menggandeng Bakorwil III Malang menggelar pelatihan strategi WhatsApp Marketing untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas di era digital. Kegiatan ini berlangsung pada 3–4 Desember 2025 di Kantor Bakorwil III Malang dan menyasar pelaku UMKM dari berbagai sektor kreatif di wilayah Malang Raya.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan digitalisasi UMKM, meskipun potensi pasar digital di Indonesia sangat besar. Data menunjukkan sekitar 139 juta masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial, dengan WhatsApp menjadi platform paling dominan yang digunakan hampir 90 persen pengguna internet. Kondisi ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk memanfaatkan WhatsApp sebagai saluran pemasaran yang efektif dan personal.
Ketua tim pelaksana, Diana Amalia, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. “Kami mendorong pelaku UMKM untuk tidak sekadar berjualan, tetapi membangun hubungan dengan pelanggan melalui komunikasi yang lebih personal dan terstruktur,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu konsep utama yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah “kolam rezeki”, yaitu pengelolaan database pelanggan sebagai aset utama bisnis digital. Melalui pendekatan ini, pelaku usaha diarahkan untuk tidak bergantung pada algoritma media sosial, melainkan membangun basis pelanggan yang dapat diakses langsung melalui WhatsApp.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan mengoptimalkan fitur WhatsApp Business seperti profil bisnis, katalog produk, dan sistem label pelanggan. Fitur-fitur tersebut dinilai mampu meningkatkan profesionalitas usaha sekaligus mempermudah proses transaksi dan pelayanan pelanggan.

Menurutnya, dalam aspek komunikasi pemasaran, pelatihan ini menekankan pentingnya strategi konten berbasis prinsip Pareto 80:20, yakni 80 persen konten edukatif dan 20 persen konten penjualan. “Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan konsumen tanpa terkesan memaksa, sehingga interaksi yang terjalin dapat berujung pada loyalitas pelanggan jangka panjang,” tegasnya.
Tak hanya itu, pelatihan juga memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembuatan konten promosi. Melalui teknik prompt engineering, peserta diajarkan cara menghasilkan copywriting yang persuasif secara cepat dan efisien, tanpa harus memiliki kemampuan menulis profesional.
“Penggunaan AI membantu pelaku UMKM mengatasi keterbatasan ide kreatif, sehingga mereka bisa lebih fokus pada pengembangan usaha,” ungkap Diana.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital UMKM di Jawa Timur. Dengan kombinasi pemanfaatan teknologi, pengelolaan database pelanggan, serta komunikasi pemasaran yang tepat, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar hingga tingkat nasional.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong transformasi digital yang inklusif, sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin kompetitif.
(Penulis: Diana Amalia, Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
