Aktual.co.id – Perkembangan media sosial saat ini membuat pelaku UMKM tidak hanya dituntut mampu menjual produk, tetapi juga membangun identitas diri yang kuat di hadapan konsumen. Personal branding menjadi salah satu cara yang dinilai efektif untuk membantu masyarakat memperkenalkan karakter, nilai, dan ciri khas usaha yang dimiliki agar lebih mudah dikenal di era digital.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Tim Bina Desa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur bagi masyarakat dan pelaku UMKM Desa Kalanganyar, Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan Ratih Pandu Mustikasari dan Ade Kusuma sebagai pemateri yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali potensi diri dalam membangun branding usaha.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa branding usaha tidak hanya berasal dari produk yang dijual, tetapi juga dari karakter pemilik usaha itu sendiri. Melalui sesi diskusi dan refleksi diri, peserta mencoba mengenali kelebihan, minat, serta nilai yang dimiliki untuk kemudian dihubungkan dengan identitas usaha mereka.
Ratih Pandu Mustikasari menjelaskan bahwa personal branding dapat membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung tertarik pada usaha yang memiliki identitas dan cerita yang jelas.
“Ketika seseorang memahami dirinya sendiri, maka akan lebih mudah menentukan bagaimana ingin dikenal oleh orang lain. Hal itu juga berpengaruh pada cara membangun citra usaha di media sosial,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menampilkan identitas usaha melalui konten media sosial secara sederhana namun tetap menarik. Materi yang diberikan meliputi cara menentukan karakter branding, memahami target audiens, hingga membuat komunikasi digital yang lebih konsisten.
Sementara itu, Ade Kusuma menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Oleh karena itu, personal branding menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat citra UMKM di tengah persaingan digital yang semakin berkembang.
“Branding yang kuat biasanya lahir dari karakter yang autentik. Konsumen akan lebih mudah mengingat usaha yang memiliki ciri khas dan identitas yang konsisten,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta aktif bertanya mengenai cara menentukan identitas usaha yang sesuai dengan karakter pribadi mereka, serta bagaimana memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan usaha secara lebih kreatif.
Koordinator Kegiatan Bina Desa, Ririn Puspita Tutiasri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, khususnya dalam membangun komunikasi dan identitas usaha di era digital.
“Kami berharap masyarakat dan pelaku UMKM semakin memahami bahwa personal branding bukan sekadar tampil di media sosial, tetapi juga tentang bagaimana mengenali potensi diri dan membangun identitas usaha yang positif serta berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) kegiatan bina desa, Reza Mehdi, menilai kegiatan ini penting untuk membantu masyarakat menghadapi perkembangan komunikasi digital yang semakin cepat. Menurutnya, kemampuan membangun identitas diri dan usaha menjadi salah satu keterampilan yang perlu dimiliki pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya belajar mengenai promosi usaha, tetapi juga belajar memahami potensi diri dan bagaimana membangun citra yang positif di media digital. Hal ini penting agar UMKM lokal memiliki nilai tambah dan mampu berkembang lebih luas,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, pelaku UMKM Desa Kalanganyar diharapkan mampu lebih percaya diri dalam memperkenalkan usaha mereka kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan media digital secara kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter yang dimiliki. (Penulis: Reza Mehdi F)
