Aktual.co.id – Harga minyak mentah internasional anjlok tajam pada hari Senin 27 Juli 2026 setelah AS menghentikan serangannya terhadap Iran. Langkah ini meningkatkan kepercayaan pasar dan memicu harapan dimulainya kembali pengiriman melalui Selat Hormuz.
Pada penutupan perdagangan hari Senin di pasar Eropa, harga minyak mentah Brent, patokan global, turun lebih dari 13% menjadi $85 per barel. Pada saat yang sama, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), turun lebih dari 8% menjadi $83 per barel.
Sinyal perdamaian dari gencatan senjata dua hari antara AS dan Iran tidak hanya menurunkan harga energi tetapi juga mendorong pasar saham Asia dan Eropa.
Arthur Brunner, seorang ahli di ICF Bank (Jerman), mencatat penghentian sementara serangan udara AS dan berakhirnya serangan Iran terhadap pangkalan militer AS selama dua hari terakhir telah menciptakan suasana optimis yang hati-hati di kalangan investor.
Sebelumnya, harga minyak global telah naik tajam selama tiga minggu karena meningkatnya konflik di Timur Tengah. Pecahnya ketegangan militer tidak hanya mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz tetapi juga memutus jalur pelayaran melalui Laut Merah, karena pemberontak Houthi kembali melancarkan pertempuran.
Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan sementara operasi militer terhadap Iran selama dua hari dipandang sebagai langkah penting untuk menciptakan ruang dan waktu bagi negosiasi diplomatik . (ndi/Vietnam)
